Krayan Membara di Malam Dingin: Bupati Irwan Barikan Trofi Juara Futsal Putri

  • 16 Agt 2026 22:39 WIB
  •  Nunukan

RRI.CI.ID Nunukan: Dinginnya udara malam di Kecamatan Krayan pada Sabtu malam (15/8/2026) tak sedikit pun menyurutkan antusiasme masyarakat. Lapangan futsal justru dipenuhi bara semangat saat digelarnya laga Final Futsal Putra dan Putri antar lokasi Kecamatan Krayan.

Pertandingan puncak ini disaksikan langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri yang hadir didampingi Kapolres Nunukan beserta jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap perkembangan olahraga sekaligus mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat perbatasan.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, para finalis dari kategori putra maupun putri tampil penuh daya juang. Mereka beradu strategi, kecepatan dan ketangguhan di atas lapangan demi memperebutkan tropi juara. Sorak sorai dan riuh tepuk tangan penonton yang memenuhi sisi lapangan berhasil menghangatkan suasana malam yang dingin menggigit. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, malam final tersebut menjelma menjadi perayaan kebersamaan warga Krayan.

Usai pertandingan berakhir, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyerahkan secara langsung hadiah dan trofi kepada para pemenang. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan ucapan selamat kepada para juara serta memberikan motivasi kepada tim yang belum berhasil.

“Dalam olahraga, kemenangan bukanlah akhir dan kekalahan bukanlah kegagalan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga persahabatan dan terus berusaha menjadi lebih baik,” ujar Bupati Irwan Sabri dalam pesan hangatnya di penghujung acara. Ucapnya, Sabtu malam (15/08/2026)

Pesan penuh makna ini menutup rangkaian acara dengan hangat. Olahraga sekali lagi terbukti bukan sekadar tentang siapa yang mengangkat trofi, melainkan tentang keberanian bertanding, keteguhan menerima hasil, serta persahabatan yang tetap erat setelah peluit panjang berbunyi.

Malam itu, Krayan sukses membuktikan bahwa dinginnya udara pegunungan tak mampu membekukan semangat. Di atas lapangan, keringat dan perjuangan menyatu menjadi cerita, sementara di luar garis permainan, persaudaraan tumbuh sebagai kemenangan yang sesungguhnya. (PROKOMPIM) MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....