Jemaah Haji Nunukan Diberangkatkan dalam Dua Kloter

  • 25 Apr 2026 12:39 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Calon jemaah haji asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berjumlah 222 orang akan diberangkatkan dalam dua gelombang. Gelombang pertama yang merupakan calon jemaah haji dari kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Seimenggaris, Tulin Onsoi, Sebuku, Sembakung, Lumbis yang berjumlah 138 orang akan bernagkat menuju embarkasi Balikpapan pada 4 Mei. Sementara jemaah asal Pulau Sebatik yang berjumlah 84 orang akan berangkat pada 5 Mei 2026.

Plh. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Nunukan, H. Asdar mengatakan, pemberangkatan calon jemaah haji Nunukan dilakukan dalam dua kali, karena jemaah diberangkatkan menuju Mekah dalam dua kloter. Jemaah haji Nunukan tercatat dalam pemberangkatan kloter 7 dan kloter 8.

”Karena ada 2 kloter sehingga pemberangkatannya berbeda, cuma untuk jemaah Nunukan ini kita berangkatkan sekalian, nanti di embarkasi baru bergabung dengan jemaah Sebatik,” kata H. Asdar, Sabtu (25/4/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk jemaah Nunukan yang merupakan gabungan dari beberapa kecamatan terbagi dalam dua kloter. Dari 138 jemaah Nunukan, sebanyak 94 orang tergabung dalam kloter 7 bersama jemaah lainnya dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara yang akan berangkat menuju Jeddah pada tanggal 6 Mei. Sementara sisanya sebanyak 44 orang akan bergabung dengan jemaah asal Pulau Sebatik untuk pemberangkatan kloter 8 bersama jemaah lainnya asal Kalimantan Timur pada 7 Mei.

”Jadi, kloter 7 itu full jemaah Kalimantan Utara, yang kloter 8 hanya 128 jemaah asal Nunukan, sisanya dari kuota 360 di kloter 8 itu semuanya dari Kalimantan Timur,” ujarnya.

H. Asdar menambahkan, seluruh calon jemaah haji dinyatakan sudah melalui seluruh tahapan termasuk manasik haji sebagai bekal untuk menunaikan ibadah haji. Ia mengimbau agar jemaah terus menjaga kondisi kesehatan, karena pemeriksaan kesehatan kembali akan dilakukan saat tiba di Jeddah untuk memastikan kondisi jemaah.

”Bagi jemaah yang dinyatakan memiliki risiko tinggi oleh tim kesehatan Arab Saudi, maka tidak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan, jemaah yang bersangkutan akan dipulangkan kembali ke tanah air,” kata H. Asdar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....