Mengenal Gyaru: Tren Fesyen Jepang Dobrak Stereotipe Kecantikan Konvensional
- 28 Jun 2026 16:48 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Jepang selalu punya cara tersendiri dalam melahirkan tren yang mendunia, salah satunya melalui subkultur fesyen Gyaru. Gaya ikonik Negeri Sakura yang sempat berada di puncak popularitas pada era 1990-an hingga awal 2000-an ini, kini kembali digandrungi oleh generasi muda di berbagai belahan dunia.
Secara etimologi, kata Gyaru diadaptasi dari pelafalan bahasa Inggris gal atau girl yang berarti "gadis muda". Berbeda dengan penampilan anggun pada umumnya, Gyaru dikenal berani lewat konsep warna yang cerah, riasan wajah yang tebal dan mencolok, serta warna rambut yang terang benderang.
Tren ini berakar di Shibuya, salah satu distrik di Tokyo yang menjadi episentrum mode Jepang. Di sanalah anak-anak muda berkumpul dan mengekspresikan diri secara bebas di luar norma sosial yang kaku.
Meski mencapai masa kejayaannya pada dekade 90-an, benih-benih gerakan Gyaru sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1970-an. Kehadirannya kala itu merupakan bentuk perlawanan atau "pemberontakan" terhadap standar kecantikan konvensional Jepang yaitu kulit putih dan rambut hitam legam.
Keunikan Gyaru terletak pada totalitas penampilannya yang mencakup tiga elemen utama yaitu gaya rambut eksentrik, riasan wajah dramatis, dan perpaduan busana berani.
Rambut biasanya diwarnai dengan nuansa terang seperti pirang, cokelat muda, atau warna neon seperti merah muda, hijau, dan biru. Penggunaan rambut palsu (wig) bervolume besar juga sering menjadi pilihan.
Sementara, fokus utama riasan terletak pada area mata. Penggunaan eyeliner tebal, bulu mata palsu yang berlapis, warna alas bedak (foundation) yang cenderung lebih gelap atau kontras dari kulit asli, serta pemulas bibir yang sangat mengilap (glossy) menjadi kunci utama.
Gaya berpakaian Gyaru mengombinasikan estetika Barat dan Jepang, sering kali menampilkan siluet yang menonjolkan bentuk tubuh seperti rok mini yang dipadukan dengan high heels atau sepatu bot tinggi. Penampilan ini kian lengkap dengan aksesori berukuran besar serta nail art yang rumit.
Kini, daya tarik Gyaru tidak hanya memikat warga lokal, melainkan juga masyarakat internasional. Distrik Shibuya kerap dipadati oleh turis asing yang sengaja berkunjung demi bisa berfoto bersama para penganut gaya ini, atau bahkan mencoba langsung bertransformasi ala Gyaru.
Tren ini membuktikan bahwa fesyen bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah pesan tentang keberanian dalam mengekspresikan identitas diri.
Sumber: jepang.stbayapari.ac.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....