Menolak Menjadi "People Pleaser": Membuka Topeng Kepura-puraan demi Kedamaian Batin

  • 25 Jun 2026 10:47 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Keinginan untuk selalu menyenangkan semua orang (people pleasing) sering kali menjadi penjara tak terlihat bagi masyarakat modern. Demi mendapatkan validasi dan menghindari konflik, banyak dari kita yang rela memakai topeng kepura-puraan dan mengorbankan diri sendiri.

Fenomena psikologis inilah yang dibedah secara mendalam dalam buku Terserah Apa Kata Orang: Menjalani Hidup Tanpa Kepura-puraan karya psikolog Kathleen Smith, yang diterbitkan dalam edisi terjemahan oleh m&c! pada 8 Januari 2025.

Ditulis oleh seorang terapis keluarga berlisensi, buku ini tidak sekadar memberikan kutipan motivasi yang klise. Kathleen Smith menyajikan sebuah panduan emosional yang berakar pada teori sistem psikologi untuk membantu pembaca melepaskan diri dari kecemasan sosial dan tuntutan ekspektasi orang lain.

Ekspektasi Orang Lain: Akar Kecemasan Modern

Dalam artikel-artikel refleksifnya, Kathleen Smith menggarisbawahi bahwa kecemasan terbesar manusia sering kali bersumber dari ketakutan akan penolakan kelompok. Kita cenderung memodifikasi perilaku, menyembunyikan opini asli, hingga mengambil keputusan hidup yang keliru hanya agar "dianggap baik" oleh lingkungan sekitar.

"Ketika Anda terus-menerus hidup berdasarkan apa yang orang lain inginkan, Anda sedang perlahan-lahan menghapus identitas diri Anda sendiri," tulis Smith dalam salah satu bab krusialnya.

Dengan gaya penulisan yang empatik namun tetap lugas, Smith mengajak pembaca melakukan audit emosional. Ia membedakan antara menjadi orang yang baik secara tulus (genuine kindness) dengan menjadi orang yang selalu setuju karena takut (anxious compliance).

Strategi Membangun Diri yang Otentik

Buku ini memformulasikan langkah-langkah taktis untuk mulai hidup dengan jujur dan melepaskan beban "apa kata orang":

  • Mengenali Batasan Diri (Setting Boundaries): Belajar mengatakan "tidak" tanpa diikuti rasa bersalah yang berlebihan. Batasan yang jelas adalah bentuk penghormatan tertinggi pada diri sendiri.

  • Menurunkan Reaktivitas Emosional: Saat menghadapi kritik atau ketidaksetujuan dari orang lain, Smith mengajarkan teknik untuk menjeda dan berpikir jernih, alih-alih langsung panik atau defensif.

  • Menemukan Prinsip Kompas Internal: Menentukan nilai-nilai hidup apa yang benar-benar penting bagi diri sendiri, bukan nilai yang didiktekan oleh media sosial, keluarga, atau tren semata.

Panduan Tepat Waktu untuk Generasi yang Lelah Validasi

Kehadiran Terserah Apa Kata Orang di rak-rak buku terasa sangat oase di tengah era digital yang serba menuntut performa dan citra sempurna. Buku ini bertindak sebagai pengingat yang kuat bahwa kita tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan atau kekecewaan orang lain terhadap pilihan hidup kita yang otentik.

Bagi siapa saja yang merasa lelah secara mental karena selalu berusaha memenuhi standar orang lain, karya Kathleen Smith ini menawarkan "surat izin" yang sah untuk menjadi diri sendiri. Buku ini sukses menyampaikan pesan penting: bahwa hidup yang merdeka baru dimulai ketika kita berani berkata, "Terserah apa kata orang."

(Sumber: gramedia.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....