Membedah Formula Produktivitas dalam Buku 'Bijak Mengelola Waktu'
- 24 Jun 2026 21:56 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Di era digital yang serba cepat ini, "sibuk" sering kali dianggap sebagai sebuah prestasi. Banyak dari kita yang menghabiskan 8 hingga 10 jam di depan laptop, menghadiri rapat yang tiada habisnya, dan membalas ratusan pesan digita. Meskipun demikian, di akhir hari merasa tidak menghasilkan apa-apa. Kita kelelahan, tetapi tidak produktif.
Menjawab keresahan global tersebut, psikolog organisasi ternama Amantha Imber hadir membawa solusi konkret lewat bukunya yang berjudul Bijak Mengelola Waktu. Diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Gemilang pada 13 Desember 2024, buku ini mengupas tuntas bahwa manajemen waktu yang efektif bukan tentang bagaimana melakukan lebih banyak hal, melainkan bagaimana melakukan hal yang tepat dengan energi yang optimal.
Bagaimana cara kita merebut kembali kendali atas waktu kita sehari-hari?
Bukan Mengatur Jam, Tapi Mengatur Energi
Salah satu salah kaprah terbesar manusia modern adalah memperlakukan diri mereka seperti mesin yang bisa bekerja konstan dari jam 9 pagi hingga 5 sore. Amantha Imber mematahkan konsep ini. Berdasarkan penelitian psikologi kerja, ia menegaskan bahwa kunci utama dari bijak mengelola waktu adalah manajemen energi, bukan sekadar manajemen menit.
Di dalam buku ini, Imber memperkenalkan beberapa strategi taktis yang bisa langsung dipraktikkan:
Pahami Chronotype Tubuh: Kenali kapan waktu produktif tertinggi Anda. Apakah Anda seorang morning lark (berenergi di pagi hari) atau night owl (lebih fokus di malam hari)? Kerjakan tugas tersulit di jam-jam emas ini.
Ritual Deep Work: Dedikasikan waktu 60 hingga 90 menit sehari tanpa gangguan sama sekali (matikan notifikasi ponsel) untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan pemikiran mendalam.
Istirahat Strategis: Jangan menunggu runtuh karena lelah baru beristirahat. Jeda singkat yang terjadwal justru menyegarkan kembali fokus otak.
Pilar Produktivitas: Memotong Distraksi Digital
"Waktu kita tidak pernah benar-benar habis; waktu kita hanya tercuri oleh hal-hal sepele yang kita izinkan masuk ke dalam hari kita."
Amantha Imber memetakan bahwa untuk mencapai efisiensi kerja yang sesungguhnya, seseorang harus berani membangun benteng pertahanan dari gangguan eksternal. Buku ini membaginya ke dalam tiga pilar penting:
Pilar Manajemen Waktu
Langkah Nyata
Eeliminasi Tugas Sepele
Berani berkata "tidak" pada rapat yang bisa digantikan oleh selembar email, dan mendelegasikan tugas yang bukan keahlian utama kita.
Kendalikan Teknologi
Mengatur jadwal khusus untuk memeriksa inbox atau pesan masuk, alih-alih membiarkan notifikasi berbunyi setiap detik.
Fokus pada Output, Bukan Proses
Berhenti mengukur kesuksesan hari dari seberapa lama Anda duduk di meja kerja, melainkan dari dampak nyata tugas yang berhasil diselesaikan.
Catatan Reflektif: Memiliki Waktu untuk Hidup
Tujuan akhir dari bijak mengelola waktu bukanlah agar kita bisa bekerja lebih keras lagi di kantor. Tujuan sebenarnya adalah agar pekerjaan kita selesai lebih cepat dan efektif, sehingga kita memiliki sisa waktu yang berkualitas untuk keluarga, hobi, dan diri sendiri.
Buku Bijak Mengelola Waktu karya Amantha Imber ditulis dengan gaya yang sangat praktis, penuh dengan studi kasus nyata, dan bebas dari teori-teori muluk yang sulit diterapkan. Imber berhasil mengubah konsep manajemen waktu yang membosankan menjadi sebuah panduan hidup yang membebaskan.
Bagi para pekerja profesional, pelaku UMKM, mahasiswa, atau siapa saja yang saat ini merasa 24 jam sehari tidak pernah cukup, buku ini adalah kompas yang Anda butuhkan. Ingatlah, waktu adalah satu-satunya aset yang tidak bisa kita beli kembali. Menjadi bijak dalam mengelolanya adalah bentuk tertinggi dari menghargai hidup Anda sendiri.
(Sumber: gramedia.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....