Investasi Terbesar sebelum Pelaminan Menurut Penulis Ahmad Rifai Rifan
- 24 Jun 2026 21:51 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Pernikahan sering kali digambarkan sebagai gerbang menuju kebahagiaan instan, akhir dari segala pencarian, dan solusi atas rasa sepi. Namun, realitas di pengadilan agama dan tingginya angka perceraian muda membisikkan cerita yang berbeda. Pernikahan tanpa kesiapan mental justru bisa menjadi awal dari konflik berkepanjangan.
Berangkat dari fenomena sosial inilah, penulis produktif Ahmad Rifa'i Rif'an hadir menorehkan buah pikirannya lewat buku berjudul Jangan Menikah Sebelum Selesai dengan Diri Sendiri. Diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada 19 Februari 2024, buku ini hadir layaknya sebuah "rem darurat" sekaligus kompas bagi siapa saja yang sedang merencanakan masa depan bersama pasangan.
Apa sebenarnya esensi dari kalimat "selesai dengan diri sendiri"?
Pernikahan Bukan Tempat Sampah Emosi
Secara garis besar, Ahmad Rifa'i Rif'an menegaskan bahwa pernikahan adalah ruang untuk saling berbagi kebahagiaan, bukan tempat untuk menuntut pasangan menyembuhkan luka masa lalu kita. Seseorang yang belum "selesai dengan dirinya" cenderung membawa ego, trauma (inner child), rasa tidak aman (insecurity), dan ekspektasi yang tidak realistis ke dalam rumah tangga.
Pilar Kesiapan: Bukan Sekadar Modal Resepsi
"Banyak orang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan yang megah selama berbulan-bulan, tetapi lupa mempersiapkan esensi pernikahan yang akan diarungi selama puluhan tahun."
Melalui buku ini, pembaca diajak untuk mengecek kembali "bekal" yang mereka miliki. Ahmad Rifa'i Rif'an memetakan bahwa kesiapan menikah setidaknya harus mencakup tiga pilar utama yaitu:
Pilar Kesiapan Spiritual & Mental
Kedekatan dengan Tuhan serta kelapangan dada dalam menghadapi ujian hidup bersama.
Pilar Kesiapan Finansial
Kemandirian ekonomi dan pemahaman tentang pengelolaan keuangan rumah tangga yang sehat.
Pilar Kesiapan Sosial
Kemampuan berkomunikasi, berkompromi, dan beradaptasi dengan keluarga besar pasangan.
Catatan Reflektif: Menemukan Diri Sebelum Menemukan 'Dia'
Pesan utama buku ini adalah menjadi pribadi yang utuh (whole) sebelum berpasangan. Jangan mencari pasangan hidup hanya untuk mengisi kekosongan jiwa, karena itu adalah tugas kita pribadi, bukan beban yang harus dipikul oleh pasangan kita.
Buku Jangan Menikah Sebelum Selesai dengan Diri Sendiri tidak bermaksud untuk menakut-nakuti atau menunda seseorang untuk ibadah menikah. Sebaliknya, buku setebal lembar-lembar penuh perenungan ini adalah bentuk kasih sayang penulis agar pembaca tidak terjebak dalam toxic relationship setelah telanjur mengikat janji suci.
Bagi pembaca muda yang saat ini tengah mematangkan rencana ke pelaminan atau bahkan yang masih berproses dalam kesendirian, buku ini adalah bacaan wajib. Sebab, sebaik-baiknya hadiah pernikahan yang bisa Anda berikan kepada calon pasangan kelak adalah diri Anda yang sudah sehat, bahagia, dan selesai dengan egonya sendiri.
(Sumber: gramedia.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....