Buku "Anak tengah yang Merayakan Lukanya" Sentuh Psikologi Terdalam Keluarga

  • 28 Apr 2026 12:11 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Dunia literasi Tanah Air kembali kedatangan karya emosional yang menyentuh relung terdalam psikologi keluarga. Tepat pada 20 April 2026, penerbit Terang Sejati resmi merilis buku terbaru karya Nusril Muchtadi berjudul Anak Tengah yang Merayakan Lukanya. Buku ini bukan sekadar kumpulan narasi kesedihan, melainkan sebuah manifesto bagi mereka yang selama ini merasa "tak terlihat" di tengah riuhnya dinamika keluarga.

Antara Ekspektasi dan Pengabaian

Nusril Muchtadi, yang dikenal tajam dalam memotret realitas sosial, kali ini memfokuskan lensanya pada fenomena Middle Child Syndrome. Dalam bukunya, ia menggambarkan sosok anak tengah sebagai individu yang kerap terjepit di antara dominasi si sulung dan perhatian penuh terhadap si bungsu.

Poin-poin utama yang disoroti dalam buku ini meliputi:

  • Identitas yang Kabur: Bagaimana anak tengah sering kali kehilangan jati diri karena harus menjadi "penengah" yang netral.

  • Luka yang Terpendam: Narasi tentang rasa haus akan apresiasi yang jarang didapatkan, namun dikemas dalam bentuk kemandirian yang dipaksakan.

  • Seni Merayakan: Upaya mengubah rasa sakit hati menjadi kekuatan kreatif dan kedewasaan emosional.

Transformasi Rasa Sakit

Hal yang membedakan buku ini dengan karya bertema serupa adalah sudut pandangnya terhadap "luka". Nusril tidak mengajak pembaca untuk meratapi nasib atau menyalahkan keadaan. Sebaliknya, ia memperkenalkan konsep "Merayakan Luka".

"Luka bagi anak tengah bukanlah beban untuk disembunyikan, melainkan lencana keberanian. Luka itulah yang membentuk ketangguhan yang tidak dimiliki oleh anak pertama maupun terakhir," tulis Nusril dalam salah satu bab paling emosional di buku tersebut.

Struktur Penulisan yang Intim

Diterbitkan oleh Terang Sejati, buku ini disusun dengan gaya bahasa yang puitis namun tetap membumi. Pembaca diajak menelusuri lorong waktu melalui:

  1. Fragmen Masa Kecil: Memori tentang baju lungsuran dan perhatian yang terbagi.

  2. Refleksi Dewasa: Bagaimana pola asuh masa lalu membentuk karier dan hubungan interpersonal di masa kini.

  3. Rekonsiliasi: Bab penutup yang menawarkan cara berdamai dengan diri sendiri dan orang tua.

Resonansi Publik

Buku ini kini sudah tersedia di berbagai toko buku fisik maupun daring. Bagi siapa pun yang pernah merasa menjadi "bayangan" di rumah sendiri, karya Nusril Muchtadi ini adalah undangan untuk akhirnya berdiri di bawah cahaya dan merayakan segala luka yang telah membentuk diri menjadi lebih kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....