Geliat Buah Lokal di Balik Segarnya Minuman Buah Jadul Nunukan
- 29 Jun 2026 13:21 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Pedagang UMKM di Pasar Tani Alun-Alun Nunukan memanfaatkan hasil produksi petani lokal dan menyulapnya menjadi minuman siap saji penuh gizi. Sinergi ini tidak hanya mendatangkan keuntungan tetapi juga mendukung ketahanan pangan daerah.
Sederhana tapi kaya akan manfaat. Kalimat itulah yang menggambarkan minuman buah jadul yang dijual oleh Warlinda, pemilik usaha Dapur Aisyah.
Rasanya yang manis dan segar, memadukan buah pepaya, kundur, serta nanas. Menariknya , minuman ini diracik khusus menggunakan bahan-bahan lokal untuk meredakan panas dalam serta kaya akan gizi yang baik bagi tubuh.
Setiap pekan, ia menjajakan dagangannya di Pasar Tani Alun-Alun Nunukan, Kalimantan Utara. Biasanya, wanita yang akrab disapa Linda ini menyajikan minuman buah jadul dalam keadaan hangat, yang dibanderol seharga Rp 10.000 per gelasnya.
“Kalau di pasar tani kita spesial bawa buah jadur komposisinya ada pepaya, kundur, dan nanas. Semuanya kita pakai bahan lokal. (Dari) petani -petani di sekitar kami. Berdasarkan pengetahuan kami dari nenek moyang, buah jadur itu mengurangi panas dalam karena mengandung kundur yang bagus buat beberapa penyakit,” ujarnya.

Pedagang UMKM, Warlinda saat melayani pembeli (RRI Nunukan/Tiara Aliya)
Usaha ini telah ia geluti sejak tahun 2013 silam. Selain di momen Pasar Tani, biasanya Linda juga aktif berjualan jika ada acara atau kegiatan tertentu di Nunukan.
Dalam sehari, Linda mampu membawa sedikitnya tiga balang minuman buah jadul. Satu balang dapat menghasilkan 50 hingga 60 gelas dengan estimasi omzet mencapai 500 ribu rupiah per balangnya.
Kebaikan dari minuman buah jadul ini rupanya bukan hanya dirasakan oleh para penikmatnya, tetapi juga membawa berkah bagi petani lokal di Nunukan. Linda secara konsisten memanfaatkan buah-buahan hasil panen dari kebun di kawasan Jalan Sungai Fatimah, Gang Damai.
Selama belasan tahun berdagang, para petani lokal selalu mampu mengakomodir buah-buahan segar yang ia butuhkan sehingga dirinya belum pernah mengalami kekosongan pasokan bahan utama.
“Sejauh ini petani lokal selalu menyuplai, belum pernah kekosongan,” jelasnya.
Meski terkadang menghadapi kendala pada fluktuasi harga bahan baku, Linda tetap optimis. Sinergi yang baik antara pelaku UMKM dan petani lokal diyakini dapat menciptakan potensi besar untuk memajukan roda perekonomian di Kabupaten Nunukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....