Geliat Ekonomi di Pasar Tani Alun-alun Nunukan

  • 09 Mar 2026 13:08 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Geliat perekonomian tampak nyata di Pasar Tani Alun-Alun Nunukan, Kalimantan Utara. Pasar yang hadir sepekan sekali ini menjadi etalase bagi beragam produk sayur dan buah segar hasil petani lokal.

Kehadiran Pasar Tani ini merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas Car Free Day (CFD). Deretan lapak pedagang berdiri mengitari kawasan alun-alun, menciptakan ruang transaksi langsung antara petani dan warga.

Beragam hasil bumi tersedia lengkap di sini, mulai dari jagung, kangkung, wortel, nanas, hingga pisang. Semuanya dipanen langsung oleh Petani Nunukan.

La Ode Ali, salah satu petani lokal, adalah sosok pencari rezeki di sini. Sejak subuh, ia telah membentangkan terpal dan menyusun dagangannya di lapak sederhana.

Meski hujan mengguyur, semangatnya melayani pembeli tak kunjung surut. Ali mengakui bahwa pendapatannya tak menentu, sangat bergantung pada hasil panen yang tersedia.

"Banyak macam yang dijual; jagung, pisang, kacang panjang, macam-macam. Tergantung kondisi, kalau barang ramai (melimpah) harganya murah, tapi kalau langka ya mahal. Sekarang satu kumpai (ikat/kantong) jagung Rp 10 ribu," ujarnya.

Empat tahun sudah Ali berjualan di Alun-Alun Nunukan. Ia sudah kenyang dengan dinamika harga sayur-mayur. Jika stok melimpah, harga cenderung turun. Sebaliknya, kelangkaan akan memicu kenaikan harga.

"Dulu jam 8 pagi pasar sudah sepi, sekarang jam 10 lewat pun masih ramai. Faktor orang yang datang makin banyak," jelas Ali.

Namun, bertani bukan tanpa kendala. Cuaca yang tidak menentu sering kali menjadi musuh utama. Hujan yang terus-menerus bisa membuat tanaman terendam dan membusuk.

"Kalau terlalu sering hujan, tanaman rusak kena penyakit. Idealnya seminggu cukup dua kali hujan saja," tambahnya.

Keriuhan antara penjual dan pembeli sudah mulai terasa sejak fajar menyingsing. Mayoritas pengunjung adalah warga yang baru saja selesai berolahraga di kawasan CFD. Dengan pakaian olahraga, mereka menyusuri lapak demi lapak, mencari hasil pertanian untuk dibawa pulang.

Salah satu pengunjung, Darsono, tampak sumringah menenteng kantong kresek berisi belanjaan. Bagi wanita paruh baya ini, Pasar Tani bukan sekadar tempat jual beli, melainkan sudah menjadi objek wisata baru bagi warga Nunukan.

"Saya pikir ini sangat bagus. Pedagang jualannya laku, dan bagi kami ini jadi wisata liburan sekaligus belanja. Bisa bertemu teman-teman, olahraga biar sehat, dan pilihannya lengkap—mulai dari kue, sayur, buah, sampai ikan ada semua di sini," ucapnya.

Rekomendasi Berita