Guyub di Perantauan Sambut Bulan Suci Ramadan
- 24 Feb 2026 10:00 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Momentum Bulan Suci Ramadan menjadi ajang berbuat kebaikan sekaligus mempererat tali silaturahmi umat beragama. Berada di tanah perantauan tak menyurutkan semangat masyarakat adat Banjar yang berdomisili di Nunukan, Kalimantan Utara.
Puluhan masyarakat Banjar yang tergabung dalam Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Bersatu (KBB KU) Kabupaten Nunukan, saling bergotong-royong membersihkan Pemakaman Umum Muslim di Jalan Pahlawan, Kelurahan Nunukan Timur. Peserta tak hanya datang dari sekitar kecamatan Nunukan, tetapi ada pula yang datang jauh dari Sebatik.
Bagi masyarakat Banjar, membersihkan pusara sebelum memasuki bulan puasa adalah warisan leluhur yang terus dijaga, bahkan di tanah perantauan. Ketua KBB KU Kabupaten Nunukan, H Saprudin menjelaskan, sudah menjadi tradisi masyarakat Banjar berziarah ke makam keluarga sebelum memasuki bulan Ramadan. Oleh karena itu, masyarakat Banjar menyelenggarakan kerja bakti untuk membersihkan makam muslimin di Nunukan.
“Karena kita khawatir jangan sampai nanti di kuburan banyak tumpukan sampah, mungkin di situ ada binatang-binatang yang akan melukai daripada warga yang akan berziarah ke kuburan. Ini memang tradisi daripada orang-orang Banjar. Jadi kami dengan tradisi ini, kami akan menghidupkan kembali, kami yang di perantauan ini melaksanakan kegiatan hal yang sama di kampung kami,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Memasuki area pemakaman, bunyi gesekan sapu lidi yang beradu dengan dedaunan kering mulai terdengar. Dari kejauhan tampak masyarakat guyub dan bergotong royong membersihkan makam.
Satu per satu sampah dedaunan kering dikumpulkan kemudian dimasukkan ke karung. Sementara, warga lainnya tampak memegang kuas dan menyapukan cat putih di area pondok.
Dari area luar makam, tampak ibu-ibu mempersiapkan beragam santapan. Kepulan asap dari pemanggangan ayam membumbung, bersanding dengan buras beserta aneka kue tradisional lainnya.

Bubuhan Banjar bergotong-royong membersihkan pemakaman muslimin di Nunukan pada Minggu (15/2/2026) menjelang Bulan Suci Ramadan (Foto: RRI Nunukan/Tiara Aliya)
Setelah lelah kerja bakti, warga tampak berkumpul, bercengkrama sambil menyantap hidangan yang tersedia. Bagi Masyarakat Banjar, Ramadan menjadi momentum untuk membersihkan diri sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Selain membersihkan makam, ke depan, Bubuhan Banjar akan menyelenggarakan kegiatan bagi-bagi takjil, buka puasa bersama, hingga halal bihalal.
“Memaknai Bulan Suci Ramadan ini yang pertama kita adalah membersihkan diri ya, mensucikan diri kita semoga di dalam bulan suci Ramadan kita, ibadah kita lebih kita tingkatkan lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi mungkin di dalam bulan suci Ramadan ini khususnya kami berharap kepada warga kami sendirilah, warga kami sendiri Bubuhan Banjar supaya meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.
Sementara itu, Penasihat Bebinian Bubuhan Banjar Kabupaten Nunukan, Hj Masriah menyampaikan, selain mencari rida Allah SWT, kegiatan ini menjadi ajang mencari pahala dan berkah sekaligus berkumpul bersama warga Banjar di tanah perantauan. Bahkan, selama sebulan penuh, Bubuhan Banjar membuka stand kue khas Banjar yang dijajakan di Alun-Alun Nunukan.
"Maknanya salah satu selain kita mencari rida Allah, mencari pahala menyambut bulan suci Ramadan, kita juga ada kebersamaan berkumpul karena Bubuhan Banjar ini kan adalah perantau yang ada di Kabupaten Nunukan. Jadi salah satu event-nya adalah silaturahmi, kumpul-kumpul bersama sambil mencari pahala dan berkah,” jelasnya.
Melalui Bubuhan Banjar kita bisa membuktikan bahwa di tanah rantau sekalipun, menjaga tradisi dan merawat makam leluhur adalah cara terbaik untuk membersihkan hati sebelum menyambut bulan yang suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....