Keteguhan Hati Tukang Ojek Menjemput Rezeki di Bulan Suci Ramadan
- 23 Feb 2026 19:09 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Jarum jam baru menunjukkan pukul tujuh pagi. Matahari belum sepenuhnya terik, namun ia sudah bersiap di pangkalan PLBL Liem Hie Djung Nunukan. Di sanalah Pak Salleh memulai harinya sebagai tukang ojek.
Profesi ini telah ia jalani selama kurang lebih enam tahun. Dalam perjalanannya, penghasilan yang diterima tidak selalu menentu. Ada hari ketika ia pulang dengan wajah lega karena membawa rezeki yang cukup. Namun, tidak jarang juga penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk membeli bensin dan memenuhi kebutuhan selama bekerja.
Bahkan dalam sepekan, ia pernah tidak membawa pulang hasil karena pendapatan habis untuk operasional. Meski demikian, Pak Salleh tetap bertahan. Terlebih saat ini telah memasuki bulan Ramadan dan rutinitasnya terasa jauh berbeda. Tubuh menahan lapar dan dahaga, tetapi baginya ada satu hal yang tak boleh berhenti, yaitu mencari nafkah untuk keluarga.
"Terkadang sangat mengecewakan, terkadang juga menggembirakan. Kalau mengecewakan, pulang tanpa hasil. Ada dapat, tapi habis untuk beli bensin. Kalau sedang menggembirakan, bisa membawa pulang hasil,” ujar Salleh, Senin (23/2/2026).
Jika seharian tidak memperoleh penghasilan, ia hanya berbuka dengan seadanya. Ia pernah berbuka dengan roti dan air putih saja. Terkadang, ia juga menuju masjid untuk menumpang berbuka puasa bersama jamaah. Namun, menurut Pak Salleh, semua itu adalah ujian. Ia meyakini Allah SWT tidak akan membebani hamba-Nya di luar batas kemampuan.
"Saya yakin Allah SWT Maha adil. Tidak mungkin hamba-Nya diuji di luar batas kemampuan,” ucapnya.
Menjadi tukang ojek, menurutnya bukan pekerjaan yang mudah karena Kesabaran benar-benar diuji. Menunggu penumpang di bawah terik matahari sambil berpuasa, membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang kuat. Haus dan lelah harus ditahan, sementara harapan akan penumpang yang datang tak pernah padam.
Bagi Pak Salleh, Ramadan bukan alasan untuk berhenti bekerja, melainkan momentum untuk memperkuat niat dan kesabaran serta meningkatkan iman kepada Allah SWT. Setiap kilometer yang ditempuh, setiap penumpang yang diantar adalah bagian dari ikhtiar menjaga keluarga agar tetap bertahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....