Tugu Mandau, Jejak Keadilan di Ruang Terbuka

  • 05 Jan 2026 13:20 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Tugu Mandau menjadi objek wisata primadona masyarakat Nunukan ketika berkunjung ke Sarana Asimilasi Dan Edukasi Lapas Nunukan (SAE Lanuka). Tugu Mandau bukan sekadar simbol estetika, melainkan sarana edukasi mengenai sistem peradilan pidana.

Dari ketinggian 300 meter di atas permukaan laut, sebuah tugu berdiri kokoh di puncak SAE Lanuka. Tugu Mandau terinspirasi dari senjata khas suku Dayak ketika berburu di hutan. Bentuknya seperti parang melengkung menjadi simbol budaya dan identitas masyarakat Dayak.

Berdiri sejak 3 tahun silam, Tugu Mandau bukan sekadar simbol estetika maupun kebanggaan budaya Kalimantan. Untuk mencapai Tugu Mandau, pengunjung harus menapaki seratus anak tangga sambil menelusuri lorong pengetahuan mengenai sistem peradilan pidana. Seolah kembali ke masa lalu, pengunjung diperkenalkan oleh sistem pidana kurungan, kemudian hukuman gantung, pancung, hingga kursi listrik.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan Puang Dirham menjelaskan, semua itu diperkenalkan tanpa maksud membuat masyarakat takut, melainkan mengedukasi bahwa sistem tersebut telah berubah dan mengedepankan aspek pembinaan.

“Melalui tugu atau tulisan bahwa kepenjaraan itu sudah berubah jadi pemasyarakatan, dan pemasyarakatan itu proses pembinaan dan diharapkan dengan adanya puncak Tugu Mandau serta prosesnya mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindak pidana dan menghindari hal yang mengarah ke pidana,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Puskesmas Nunukan Masih Relatif Rendah

Tugu tersebut menjadi pengingat sekaligus edukasi bahwasanya negara tak lagi mengenal unsur balas dendam atas perilaku pidana. Kini, proses hukum di Indonesia bermuara pada pembinaan. Di balik jeruji besi ada proses bengkel manusia, sebuah tempat memperbaiki diri sebelum kembali ke masyarakat.

“Kami di penjara itu bukan unsur balas dendam, bukan negara balas dendam atas perilaku pidana tapi dibina macam bengkel manusia sehingga siap kembali lagi ke masyarakat menjadi masyarakat taat hukum, taat aturan, dan tidak mengulangi tindak pidana,” jelasnya.

Daya tarik Tugu Mandau rupanya tak hanya menjadi magnet wisatawan lokal, melainkan mancanegara. Dari atas ketinggian pun, pengunjung dapat menikmati indahnya Kota Nunukan dengan hamparan laut yang luas. Salah satu pengunjung bernama Zahra datang bersama keluarga di momen libur tahun baru. Ia terpaku dengan sejarah sekaligus keindahan Tugu Mandau.

“Pendapat saya tentang Mandau itu sangat cantik dan keren, ternyata bisa dibuat sebesar itu. Kalau saya tidak salah, Mandau merupakan suku dayak asli di Kalimantan,” jelasnya. (TA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....