BPS Ingatkan Dampak Nilai Tukar Ringgit

  • 25 Apr 2025 07:51 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: BPS Nunukan mengingatkan potensi inflasi akibat pengaruh nilai tukar ringgit terhadap rupiah. Masyarakat Nunukan dinilai rentan karena konsumsi harian sebagian besar berasal dari Malaysia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyebut bahwa nilai tukar rupiah terhadap ringgit yang terus meningkat bisa memicu tekanan inflasi lanjutan di daerah. Mengingat sebagian kebutuhan pokok dan konsumsi masyarakat Nunukan masih bergantung pada komoditas dari Malaysia, maka kondisi ini menjadi perhatian utama dalam pengendalian harga.

“Nah terus kalau kita lihat juga nilai ringgit, nilai tukar rupiah ke ringgit juga semakin naik. Nah mengingat beberapa komoditas dan konsumsi masyarakat berasal dari Malaysia. Ini juga menjadi key point penting agar juga kita hati-hati.” ucap Iskandar, Jumat (25/04/2025).

Iskandar juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan stok pangan pasca-Lebaran. Ia menekankan bahwa penguatan koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) harus dilakukan secara konsisten setiap minggu, guna merespons cepat terhadap potensi kenaikan harga yang bisa mengganggu daya beli masyarakat.

“Terus terkait dengan stok juga, nah ini stok juga mesti berkurang karena habis Lebaran. Nah ini juga perlu kita antisipasi. Jadi pada prinsipnya, saran BPS ke depannya itu ya memang harus TPID ini, tim pengendali inflasi daerah ini berjalan. Harus. Harus tiap Senin itu di Kemendagri tiap Senin itu rapat, Pak. Mengendalikan mana yang naik, mana yang enggak, dan seterusnya. Nah ini perlu kita giatkan hal-hal yang seperti ini.” tambahnya.

Melalui rekomendasi ini, BPS berharap pemerintah daerah tidak hanya bersikap reaktif namun juga proaktif dalam menjaga stabilitas harga. Kolaborasi lintas instansi dan konsistensi evaluasi mingguan diharapkan mampu menjadi solusi untuk menekan potensi inflasi di masa mendatang.

“Kalau kita enggak pernah lakukan, giatkan seperti tim TPID-nya ya nanti ketika ada hasilnya naik ya ya sudah. Kami namanya BPS hanya memotret, ya kami tidak bisa mengendalikan tapi hanya memotret.” tutupnya


Rekomendasi Berita