Pedagang Akui Penjualan Ayam Lesu saat Natal

  • 01 Jan 2026 07:38 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Seorang pedagang ayam di Pasar Yamaker, H. Sunardi, mengakui terjadinya penurunan daya beli masyarakat saat perayaan Natal 2025. Kondisi tersebut terlihat jelas dari catatan penjualan daging ayam yang menurun siginifikan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu mengalami peningkatan pada momen Natal.

Sunardi mengatakan, pada perayaan Natal tahun lalu, penjualan ayam bisa mencapai sekitar 500 ekor. Namun, pada Natal tahun ini jumlah tersebut turun drastis.

“Kalau Natal lalu-lalu itu bisa kita jual 500 ekor, sekarang ini tidak sampai 200,” ujar Sunardi saat ditemui di Pasar Yamaker, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, penurunan penjualan ini terjadi meskipun harga daging ayam relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan. Untuk ayam potong utuh, harga masih berada di kisaran Rp 37.000 hingga Rp 38.000 per kilogram. Sementara itu, harga bagian dada dan paha ayam dijual sekitar Rp 45.000 hingga Rp 46.000 per kilogram.

“Karena harga tidak naik saja sudah kurang pembeli, apalagi kalau naik. Jadi memang tidak ada perubahan harga,” katanya.

Menurut Sunardi, penurunan daya beli masyarakat sebenarnya sudah dirasakan sejak dua tahun terakhir. Namun, kondisi pada tahun ini dinilai jauh lebih lesu dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk pada momen perayaan besar seperti Natal.

“Dua tahun terakhir memang sudah turun, tapi tahun ini paling terasa,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....