DPRD Nunukan Minta Ekspor Cottonii Jangan hanya Seremoni
- 25 Mei 2025 17:00 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam mengingatkan agar ekspor perdana rumput laut jenis Cottonii ke Korea Selatan yang dilakukan PT Kebula Raya Bestari tidak berhenti sebagai seremoni semata. Hal ini disampaikan saat menghadiri pelepasan ekspor yang berlangsung pada Minggu (25/5/2025) pagi di gudang perusahaan Jalan Pelabuhan Perikanan, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan.
“Saya harap PT Kebula tetap konsisten. Jangan hanya eksis hari ini saat launching, tapi hilang setelahnya. Ekspor ini harus berkelanjutan,” tegas Andi Fajrul.
Ia menilai ekspor ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi, terutama setelah upaya serupa pada tahun 2019 tidak membuahkan hasil. Menurutnya, keberhasilan kali ini menunjukkan keseriusan pihak swasta dalam membangun sektor kelautan dan perikanan daerah.
“Ini adalah bentuk nyata dari kerja keras sektor swasta yang harus terus didukung,” katanya.
Andi juga mengatakan PT Kebula Raya Bestari mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Usaha Kelautan dan Perikanan (LPUKP) senilai Rp5–7 miliar. Ia mendorong agar akses terhadap bantuan serupa juga diberikan kepada pelaku usaha rumput laut lainnya yang memenuhi syarat dan prosedur.
Meski menyambut positif ekspor Cottonii ini, DPRD Nunukan tetap menyoroti sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi, seperti kualitas hasil panen yang masih kerap tercampur lumut, kerusakan pada struktur pembudidayaan, serta fluktuasi harga jual yang merugikan petani.
“Ribuan masyarakat Nunukan menggantungkan hidup dari rumput laut. Ini harus menjadi program prioritas dalam strategi pemulihan ekonomi daerah,” ujar Andi.
Ia pun mendorong PT Kebula Raya Bestari agar menjalin kemitraan yang lebih erat dengan para pembudidaya dan memastikan mereka mendapatkan kesejahteraan melalui harga jual yang kompetitif.
Peluncuran ekspor Cottonii ke Korea Selatan ini disambut antusias oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat pembudidaya, menandai babak baru bagi pengembangan sektor rumput laut di perbatasan utara Kalimantan. Namun, DPRD menegaskan bahwa keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat harus menjadi tolok ukur utama keberhasilan program ini. (MM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....