Lomba Burung Kicau Bangkitkan Ekosistem dan Konservasi
- 23 Mei 2025 13:48 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Lomba burung kicau di Kabupaten Nunukan dinilai menjadi faktor penting dalam menggerakkan ekosistem perburungan. Tak sekadar ajang kompetisi, lomba ini mendorong pertumbuhan komunitas, peternak, dan penghobi burung kicau untuk lebih serius dalam perawatan dan pelestarian burung lokal.
Salah satu pemilik penangkaran burung kicau di Nunukan, Abdullah menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah lomba sangat ditentukan oleh transparansi dan kejujuran dalam penilaian. Menurutnya, merawat burung kicau bukan perkara mudah, melainkan hasil dari proses panjang dan intensif.
“Harus transparan dan jujur karena merawat burung tidak semudah membalik telapak tangan. Mulai dari memilih anakan, pemasteran suara, hingga membentuk mental dan stamina lomba,” jelas Abdullah, Jumat (23/5/2025).
Burung yang ikut lomba harus memenuhi standar karakter suara, seperti irama, durasi, volume, serta mental bertanding. Berbeda dari burung hias, burung kicau untuk lomba membutuhkan perawatan jangka panjang dan pemahaman karakter spesifik.
Meski begitu, jumlah peserta lomba masih tergolong minim untuk beberapa jenis, terutama cucak rowo. Harga anakan cucak rowo yang tinggi, mulai dari Rp9 juta per pasang usia 1,5 bulan, menjadi salah satu faktor penghambat. Namun, antusiasme tetap tinggi pada jenis kacer dan murai batu.
Selain mendorong ekonomi dan komunitas, lomba burung juga menjadi sarana edukasi publik akan pentingnya perawatan burung yang baik serta pelestarian burung endemik. Abdullah menilai bahwa ajang ini turut menumbuhkan kesadaran akan kelangkaan spesies lokal seperti cucak rowo, yang kini hampir punah di habitat aslinya di Kalimantan Utara.
“Dari lomba inilah muncul kesadaran bahwa kita juga punya tanggung jawab melestarikan burung lokal,” tambahnya.
Penyelenggara dan komunitas berharap lomba burung kicau di Nunukan dapat digelar lebih rutin untuk mendukung keberlangsungan hobi, ekonomi kreatif, serta pelestarian fauna lokal. (MM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....