Pengabdian Ir. Jabbar dan Harapan Baru

  • 03 Nov 2025 08:59 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Suasana di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan pada akhir Oktober terasa berbeda. Tak ada kesibukan berlebih, setiap langkah di ruangan itu sarat makna akhir dari masa jabatan sebuah peralihan peran yang penuh rasa hormat.

Di balik senyumnya yang teduh, Ir. Jabbar, M.Si menatap lembar-lembar dokumen terakhir yang harus ditandatangani sebelum resmi menutup masa tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan. Terhitung sejak 13 Maret hingga 31 Oktober 2025, ia menjadi sosok yang menakhodai koordinasi lintas perangkat daerah di tengah tantangan birokrasi yang kian kompleks.

Bagi banyak ASN di Nunukan, nama Ir. Jabbar adalah pejabat yang dikenal sebagai figur yang tegas namun lembut disiplin namun tetap memberi ruang bagi kreativitas. Dalam laman resmi Pemkab Nunukan, pengabdiannya disebut sebagai “keteladanan yang menjadi inspirasi bagi ASN muda dalam memahami arti loyalitas dan tanggung jawab”.

Baca Juga: Kendaraan Hias Ramaikan Karnaval HUT ke-26 Kabupaten Nunukan

Bagi Ir. Jabbar, masa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian. “Saya percaya, apa yang kita lakukan dengan niat baik akan selalu menemukan jalan manfaatnya,” ucapnya singkat kepada sejumlah ASN yang hadir, dengan nada yang tenang namun bergetar oleh rasa haru.

Pergantian kepemimpinan adalah bagian dari siklus birokrasi. Mulai 1 November 2025, tugas sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan kini diemban oleh Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P.

Nama Raden Iwan bukan sosok baru di lingkungan Pemkab. Ia dikenal sebagai birokrat dengan pengalaman panjang, berkarakter tenang namun memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan. Bupati Irwan Sabri menaruh harapan besar agar Iwan dapat melanjutkan semangat pelayanan dan menjaga kesinambungan kerja antarperangkat daerah.

Mungkin tak banyak yang tahu, di balik tumpukan dokumen dan rapat-rapat penting, Ir. Jabbar sering mengingatkan bawahannya tentang makna sederhana dari bekerja, keikhlasan. “Bekerja untuk daerah bukan mencari nama tapi meninggalkan makna,” begitu pesannya yang sering diulang dalam rapat staf.

Kini, pesan itu menjadi warisan tak tertulis di kalangan ASN Nunukan. Ia meninggalkan ruang kerja dengan kepala tegak dan hati tenang, karena tahu dedikasinya selama puluhan tahun telah menanam benih semangat bagi generasi penerus.

Dan di ruang yang sama, Raden Iwan Kurniawan mulai melangkah menyusun agenda kerja membawa semangat baru yang berpijak pada fondasi kuat dari pendahulunya.

Dalam diam, birokrasi Nunukan terus berjalan seperti waktu yang tak pernah berhenti menyimpan kisah pengabdian, estafet tanggung jawab dan harapan yang tak lekang oleh pergantian jabatan. MM

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....