Hari Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Persatuan Membangun Daerah

  • 28 Okt 2025 16:37 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Peringatan Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi para pemuda, khususnya generasi muda, untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan dalam membangun daerah. Semangat ini dapat diwujudkan melalui kebersamaan dan serta sikap toleransi ditengah keberagaman masyarakat, terutama di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan.

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Sosial, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan, Widodo, mengatakan bahwa persatuan akan terwujud apabila masyarakat mampu saling menghargai dan menghormati perbedaan. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan ketika setiap individu dapat saling melengkapi dan bekerja sama dengan semangat kebersamaan.

"Persatuan itu bisa muncul ketika perbedaan bukan lagi menjadi sekat, tetapi justru menjadi jembatan untuk saling berbaur. Masing-masing memiliki kelebihan dan jika dipadukan akan menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah,” ujar Widodo, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Karnaval Kendaraan Hias HUT Nunukan ke-26 Digelar November

Hari Sumpah Pemuda ke-97

Ia menambahkan, para pemuda bukan hanya sekadar generasi penerus bangsa, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Oleh karena itu, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan dapat menjadi landasan bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan berkontribusi nyata dalam pembangunan demi kemajuan Kabupaten Nunukan.

"Peringatan Sumpah Pemuda ini seharusnya menjadi momentum bagi para pemuda untuk merapatkan barisan dan menggunakan kemampuan yang dimiliki demi memberikan kontribusi nyata dalam membangun daerah,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran para pemuda, terutama generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di era digitalisasi. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini yang begitu pesat harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital agar tidak terjebak terhadap maraknya penyebaran informasi tidak benar atau hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman, konflik sosial, bahkan perpecahan dan mengancam persatuan bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....