BPBD Nunukan Imbau Nelayan Waspadai Gelombang dan Ombak Laut

  • 30 Jun 2026 22:39 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mengimbau para nelayan dan pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan Nunukan dan Sebatik, Selasa (30/6/2026).

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan cuaca dan kondisi gelombang laut yang dikeluarkan BMKG Nunukan. Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan Hasanuddin mengatakan, meskipun tinggi gelombang masih berada dalam kategori rendah, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Menurutnya, perubahan cuaca di laut dapat terjadi dalam waktu singkat sehingga perlu diantisipasi sejak awal. Nelayan diimbau memeriksa kondisi cuaca sebelum berangkat melaut. Selain itu, seluruh perlengkapan keselamatan, seperti jaket pelampung dan alat komunikasi, harus dipastikan dalam kondisi baik.

Hasanuddin juga meminta para pemilik kapal tidak memaksakan berlayar apabila kondisi cuaca menunjukkan tanda-tanda memburuk. Keselamatan awak kapal dan penumpang harus menjadi prioritas utama.

Masyarakat pesisir juga diminta terus memantau informasi cuaca yang diperbarui BMKG Nunukan.

"Walaupun tinggi gelombang masih dalam kategori rendah, kami tetap mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu waspada, mengutamakan keselamatan, dan mengikuti informasi cuaca sebelum berlayar," ujar Hasanuddin, Selasa (30/6/2026).

Sementara itu, Prakirawan Cuaca BMKG Nunukan Yan Sarapan menjelaskan, cuaca di wilayah perairan Nunukan-Sebatik pada pagi hari diprakirakan hujan ringan. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan berawan.

Sedangkan pada malam hingga dini hari kembali berpotensi terjadi hujan ringan.

Angin dominan bertiup dari arah barat hingga timur dengan kecepatan antara 5 hingga 18 knot. Sementara tinggi gelombang diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

"Secara umum kondisi cuaca di perairan Nunukan-Sebatik masih cukup kondusif. Namun kami tetap mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca karena kondisi di laut dapat berubah dengan cepat," kata Yan Sarapan, Selasa (30/6/2026).

BPBD Nunukan berharap seluruh nelayan dan operator transportasi laut tidak mengabaikan peringatan cuaca yang disampaikan BMKG. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi prosedur keselamatan, risiko kecelakaan di laut dapat diminimalkan meskipun kondisi gelombang saat ini masih tergolong rendah.

Pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk saling mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran serta segera melaporkan kepada instansi terkait apabila menemukan kondisi cuaca yang membahayakan di wilayah perairan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....