Banjir Landa Tanjung Harapan, BPBD Bergerak Cepat
- 02 Jun 2026 22:55 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan sejak Minggu malam hingga Senin (1/6/2026) menyebabkan banjir di Kampung Somel RT 07, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan. Luapan air sungai mengakibatkan lebih dari 20 rumah warga terdampak.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, informasi kejadian diterima sekitar pukul 10.00 WITA. Tim BPBD bersama aparat setempat dan warga langsung melakukan pemantauan ke lokasi terdampak.
Dari hasil pendataan di lapangan, sedikitnya empat bangunan sempat terendam banjir, termasuk satu rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan masyarakat setempat.
Meski air sempat menggenangi sejumlah rumah, warga memilih bertahan di kediaman masing-masing karena ketinggian air masih dapat diantisipasi dan tidak mengharuskan adanya pengungsian.
Aktivitas masyarakat sempat terganggu akibat genangan air yang masuk ke lingkungan permukiman. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
Tim BPBD terus melakukan pemantauan guna memastikan keselamatan warga dan perkembangan situasi di lapangan.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan apabila hujan deras kembali terjadi.
BPBD turut mengingatkan warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di wilayah terdampak banjir karena berpotensi muncul satwa liar seperti buaya yang terbawa arus sungai.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan bahwa respons cepat dilakukan segera setelah laporan diterima.
"Kami langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan, pendataan dampak banjir serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan," kata Hasanuddin, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, koordinasi dengan ketua RT dan warga setempat menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan dampak banjir.
Petugas juga mengoperasikan sejumlah peralatan pendukung, termasuk mobil slip on, mesin pompa apung, dan selang untuk membantu proses penanganan di lapangan.
Seiring berjalannya waktu, kondisi banjir mulai menunjukkan penurunan. Sekitar pukul 13.00 WITA, genangan air berangsur surut sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Warga kemudian bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Pembersihan juga dilakukan di masjid yang sebelumnya sempat terdampak genangan air.
BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak lengah mengingat curah hujan di wilayah Nunukan masih berpotensi tinggi.
BPBD juga mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan potensi ancaman bencana melalui layanan darurat 112 maupun Call Center BPBD Kabupaten Nunukan.
Kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana yang terjadi di wilayah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....