BMKG Ingatkan Pelaut Waspadai Gelombang Tinggi Perairan Nunukan

  • 30 Mei 2026 23:46 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang dapat memicu kenaikan tinggi gelombang di atas kondisi normal.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir ditandai dengan hujan lebat, angin kencang, serta aktivitas atmosfer yang cukup dinamis di wilayah Kabupaten Nunukan dan sekitarnya.

Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga, mengatakan masyarakat yang menggantungkan aktivitas dan mata pencahariannya di laut harus lebih memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan pelayaran.

Menurutnya, perubahan cuaca di wilayah perairan dapat terjadi secara cepat dan berpotensi menimbulkan risiko bagi keselamatan pelayaran maupun aktivitas penangkapan ikan.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang dapat menyebabkan kenaikan tinggi gelombang dari kondisi normal," kata William Sinaga saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada pelayaran antarpulau, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas nelayan tradisional, petani rumput laut, hingga motoris yang setiap hari menggunakan transportasi laut.

Wilayah Kabupaten Nunukan yang sebagian besar aktivitas masyarakatnya terhubung melalui jalur laut memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum memutuskan untuk melaut atau melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut.

William menegaskan bahwa setiap pengguna transportasi laut wajib memastikan kondisi cuaca aman sebelum berangkat dan tidak memaksakan diri berlayar apabila kondisi perairan dinilai membahayakan.

Selain memantau prakiraan cuaca, masyarakat juga diminta untuk melengkapi berbagai perlengkapan keselamatan yang sesuai standar.

"Kami mengimbau para motoris, petani rumput laut, nelayan maupun masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar selalu melengkapi alat keselamatan berupa life jacket atau jaket pelampung," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan jaket pelampung merupakan langkah sederhana namun sangat penting dalam meminimalkan risiko apabila terjadi kecelakaan di laut.

Ia mengingatkan bahwa masih terdapat sebagian masyarakat yang menganggap penggunaan alat keselamatan sebagai hal yang tidak terlalu penting, padahal perlengkapan tersebut dapat menjadi penyelamat nyawa saat terjadi kondisi darurat.

BMKG juga meminta para pemilik kapal maupun perahu untuk memastikan kondisi armada dalam keadaan layak berlayar sebelum digunakan.

Pemeriksaan terhadap mesin, perlengkapan komunikasi, alat penerangan, hingga ketersediaan pelampung harus dilakukan secara rutin demi menjamin keselamatan pelayaran.

William menambahkan bahwa keselamatan di laut bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas maritim.

Ia berharap masyarakat tidak mengabaikan setiap peringatan cuaca yang dikeluarkan BMKG karena informasi tersebut disusun berdasarkan hasil pemantauan dan analisis kondisi atmosfer terkini.

"Kami mengajak masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum melakukan aktivitas di laut," katanya.

Selain nelayan dan motoris, petani rumput laut juga diingatkan agar lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan budidaya di perairan, terutama ketika terjadi peningkatan kecepatan angin dan gelombang.

Cuaca buruk tidak hanya berpotensi membahayakan keselamatan pekerja, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada sarana budidaya yang berada di laut.

Sebagai daerah perbatasan yang aktivitas ekonominya banyak bergantung pada sektor kelautan dan perikanan, Kabupaten Nunukan memiliki mobilitas laut yang cukup tinggi setiap harinya.

Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan demi menghindari kerugian material maupun jatuhnya korban jiwa.

BMKG Nunukan menegaskan akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di laut agar seluruh kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar meskipun di tengah kondisi cuaca yang dinamis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....