Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Nunukan Malam

  • 30 Mei 2026 23:26 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Nunukan pada Sabtu malam (30/5/2026). Hujan lebat yang disertai angin kencang dan kilatan petir mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Nunukan sejak sekitar pukul 22.54 Wita.

Kondisi cuaca yang memburuk tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga yang masih beraktivitas di luar rumah terpaksa mencari tempat perlindungan untuk menghindari derasnya hujan dan terpaan angin.

Dari pantauan RRI di sejumlah titik dalam kota, intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan jalan-jalan utama terlihat lengang dibandingkan malam biasanya. Kendaraan yang melintas pun tampak mengurangi kecepatan demi menjaga keselamatan.

Sementara itu, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan Jalan Lingkar Nunukan terpaksa menutup lapak mereka lebih awal. Sebagian pedagang bahkan melakukan penutupan secara darurat untuk mengamankan barang dagangan dari guyuran hujan.

Beberapa tenda dan perlengkapan dagang terlihat digulung dengan cepat saat hujan semakin deras disertai embusan angin yang cukup kuat. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi masyarakat pada malam akhir pekan menjadi terganggu.

Para pedagang memilih mengutamakan keselamatan dibandingkan tetap bertahan berjualan di tengah cuaca yang tidak bersahabat. Selain pelaku usaha, sejumlah warga yang sedang berada di luar rumah juga terlihat terjebak hujan.

Mereka memadati teras pertokoan, warung, hingga fasilitas umum untuk berteduh sambil menunggu hujan mereda. Kilatan petir yang beberapa kali terlihat di langit Nunukan turut menambah kewaspadaan masyarakat.

Sebagian warga memilih menghentikan perjalanan sementara waktu hingga kondisi cuaca dinilai lebih aman.

Cuaca ekstrem yang terjadi pada malam hari ini juga menjadi perhatian berbagai pihak mengingat potensi risiko yang dapat ditimbulkan, seperti pohon tumbang, genangan air, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca buruk masih berlangsung.

"Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang terjadi malam ini. Hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir berpotensi menimbulkan berbagai risiko yang perlu diantisipasi bersama," kata William Sinaga saat dikonfirmasi.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi hujan yang disertai angin kencang maupun petir. Selain itu, pengguna jalan juga diminta lebih berhati-hati ketika berkendara karena jarak pandang dapat berkurang akibat tingginya intensitas hujan.

"Kami mengimbau warga untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan selama cuaca ekstrem masih berlangsung," ujarnya.

William menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang terjadi dapat berlangsung secara cepat sehingga masyarakat perlu terus memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan genangan maupun kawasan yang banyak ditumbuhi pohon besar agar meningkatkan kesiapsiagaan.

Menurutnya, langkah antisipasi sejak dini menjadi kunci penting dalam meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Di tengah derasnya hujan yang mengguyur Kota Nunukan, sebagian warga memilih tetap bertahan di lokasi teduh sambil menunggu cuaca membaik sebelum melanjutkan aktivitas mereka.

Beberapa pengendara roda dua juga terlihat menghentikan perjalanan dan memarkir kendaraan di tempat yang dianggap aman untuk menghindari risiko kecelakaan akibat jalan licin dan pandangan terbatas.

Hingga berita ini ditulis, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Nunukan dengan intensitas yang cukup tinggi. Masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.

Pemerintah dan instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi cuaca guna memastikan situasi tetap terkendali serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat di Kabupaten Nunukan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....