BMKG Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem Nunukan

  • 30 Mei 2026 10:46 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kabupaten Nunukan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Peringatan tersebut disampaikan menyusul terjadinya pohon tumbang di Jalan Ujang Dewa, Kelurahan Nunukan Selatan, Jumat (29/5/2026) pagi.

Kejadian itu dipicu hujan yang disertai angin kencang sehingga menyebabkan pohon berukuran besar roboh dan menutup sebagian badan jalan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut mengganggu akses transportasi masyarakat.

Selain itu, jaringan listrik dan telekomunikasi juga sempat terdampak akibat tertimpa ranting pohon. Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih cukup dinamis sehingga masyarakat perlu terus memantau informasi resmi BMKG.

"Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan," kata William Sinaga, Sabtu (30/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa perubahan cuaca dapat berlangsung dalam waktu singkat sehingga masyarakat harus selalu waspada. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa genangan atau banjir, tetapi juga pohon tumbang dan gangguan jaringan utilitas.

William mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang berlangsung.

"Kami meminta masyarakat memperhatikan perkembangan cuaca dan segera mencari tempat yang aman apabila terjadi hujan deras disertai angin kuat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nelayan dan pengguna transportasi laut juga perlu memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas. BMKG secara rutin menyampaikan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui berbagai saluran informasi resmi.

Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Menurut William, kesiapsiagaan masyarakat merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

Ia menilai bahwa kesadaran terhadap informasi cuaca harus menjadi bagian dari budaya keselamatan masyarakat. Peristiwa pohon tumbang yang terjadi di Nunukan menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat menimbulkan dampak sewaktu-waktu.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan. BMKG akan terus memantau perkembangan atmosfer dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

Dengan langkah antisipatif yang tepat, risiko kerugian akibat cuaca ekstrem diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....