KNKT Selidiki Jatuhnya Pesawat Pelita Air di Krayan

  • 21 Feb 2026 11:41 WIB
  •  Nunukan

RRI,CO,ID, Nunukan - Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Pelita Air AT 802 di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026). Proses penyelidikan difokuskan pada evakuasi kerangka pesawat serta pencarian kotak hitam untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Kapolsek Krayan IPDA Jawahir mengatakan, pihaknya menunggu kedatangan tim KNKT bersama unsur TNI, BPBD, dan Basarnas untuk melakukan evakuasi badan pesawat. Kepolisian saat ini hanya melakukan pengamanan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

“Kami menunggu tim KNKT bersama dengan tim lainnya seperti TNI, BPBD, Basarnas untuk melakukan evakuasi kerangka pesawat tersebut,” kata IPDA Jawahir, Sabtu (21/2/2026).

Ia menegaskan, lokasi jatuhnya pesawat di wilayah Pa’belaban, Kecamatan Krayan Timur, masih berstatus quo dan telah dipasangi garis polisi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan area tetap steril sebelum proses investigasi resmi dimulai.

“Untuk titik jatuhnya pesawat masih status quo dan sudah kami berikan garis polisi untuk dilarang masuk ke area tersebut,” ujarnya.

Pesawat Pelita Air tersebut diketahui hanya ditumpangi seorang pilot karena merupakan pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Insiden nahas itu menyebabkan sang kapten meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pesawat sebelumnya terbang dari Long Bawan, Krayan, sekitar pukul 12.10 Wita menuju Tarakan usai membongkar muatan. Namun tak lama setelah lepas landas, pesawat mengalami insiden dan jatuh di area perbukitan perbatasan Indonesia–Malaysia tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....