Warga Krayan Beri Penghormatan Terakhir untuk Pilot Pelita Air

  • 20 Feb 2026 14:58 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO. ID, Nunukan - Warga Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memberikan penghormatan terakhir kepada Kapten Hendrik, pilot Pesawat Pelita Air AT 802 yang mengalami kecelakaan di wilayah tersebut. Jenazah almarhum diterbangkan ke Tarakan sebelum diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Prosesi pelepasan dilakukan di bandara Krayan oleh pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimca dan masyarakat setempat. Suasana haru menyelimuti momen perpisahan terakhir bagi pilot yang selama ini melayani kebutuhan logistik wilayah perbatasan.

Camat Krayan Ronny Firdaus mengatakan pemerintah kecamatan bersama unsur Forkopimca secara resmi menyerahkan jenazah kepada tim Basarnas untuk dipulangkan ke keluarga.

"Tadi kami lepas di bandara untuk diterbangkan ke Tarakan menggunakan pesawat."

Menurut Ronny, masyarakat merasa kehilangan karena almarhum selama sekitar tujuh tahun terakhir turut melayani distribusi BBM ke Krayan. Dedikasi tersebut dinilai penting dalam menjaga ketersediaan pasokan di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.

"Kalau beliau tidak komitmen tentu saja banyak alasan untuk terbang ke Krayan karena wilayah ini sangat bergantung pada cuaca, tapi selama ini selalu terbang sesuai jadwal, kami merasa kehilangan."

Insiden ini kembali menyoroti ketergantungan masyarakat Krayan terhadap transportasi udara sebagai jalur utama mobilitas orang dan distribusi barang. Minimnya akses jalan darat membuat wilayah perbatasan ini rentan terganggu ketika terjadi kendala penerbangan.

Ronny berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan jalan darat yang menghubungkan Krayan dengan Kabupaten Malinau. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada transportasi udara untuk memenuhi kebutuhan pokok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....