Monitoring Pemancar dan Jangkauan Siaran RRI di Sebatik
- 09 Feb 2026 15:19 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kepala Stasiun LPP RRI Nunukan Fayakun Furu melakukan kunjungan kerja perdananya ke wilayah Sebatik di Nunukan, Kalimantan Utara, pada Jumat (6/2/2026). Agenda kunjungan yakni melakukan monitoring atau pemantauan pemancar dan jangkauan siaran RRI di wilayah tersebut.
Usai melakukan pemantauan, Fayakun menjelaskan ada sejumlah daerah yang masuk dalam kategori blank spot. Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya memperkuat jangkauan siaran supaya pelayanan ke masyarakat lebih optimal.
"Memang ada beberapa daerah masuk blank spot tapi insyaallah ada rencana kita akan menambah alat di Malinau bisa mendengar dan menambah jangkauan sehingga daerah blank spot terjangkau. Pertama saya jadi Kepsta RRI memang sudah lihat Sebatik daerah pertama yang saya kunjungi untuk melihat sisi pemancar di sini," ujarnya.
Fayakun juga mencatat, ada beberapa wilayah yang tak terjangkau siaran RRI ketika dirinya tengah menempuh perjalanan dan mendengarkan radio dari dalam mobil. Selain itu, berdasarkan hasil observasi dan peninjauan di stasiun pemancar, ada sejumlah peralatan yang mengalami kerusakan sehingga akan dilakukan perbaikan.
"Ada beberapa daerah yang blank spot sehingga yang kami lakukan adalah ke pemancar Sebatik di mana di situ ada pemancar RRI yang kita pasang di sana. Harapannya dengan ada yang sudah diperbaiki supaya bisa menjangkau semua wilayah yang ada di Sebatik," jelasnya.
Usai melakukan monitoring pemancar dan jangkauan siaran, Kepsta RRI Nunukan Fayakun Furu memimpin rapat ketua tim. Selain ketua tim, rapat juga diikuti oleh Kasubag Tata Usaha Agustin Indra Dewi.
Sebelum kembali menempuh perjalanan laut dari Sebatik menuju Nunukan, rombongan menyempatkan diri mengunjungi Patok Perbatasan RI-Malaysia, Tugu Garuda Perkasa, dan PLBN Sebatik. Setelah dari Sebatik, Fayakun akan menjadwalkan monitoring pemancar dan jangkauan siaran di wilayah Krayan.
"Ada kita jadwalkan ke Krayan karena di sana kita punya pemancar. Memang sudah beberapa lama tidak ada yang ke sana, ada beberapa fasilitas yang sudah mati seperti AC. Memang harus kita ke sana melihat perkembangannnya," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....