Kuau Raja, Satwa Langka Terekam di Hutan Kalimantan

  • 17 Nov 2025 14:26 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Keheningan hutan Taman Nasional Kayan Mentarang mendadak terpecah setelah kamera trap merekam sosok Kuau Raja, burung langka yang selama bertahun-tahun hampir tak pernah terlihat. Temuan ini memberi harapan baru bahwa satwa pemalu tersebut masih bertahan di jantung hutan Kalimantan.

Kuau Raja dikenal sebagai burung hutan yang pemalu dan sulit dijumpai karena hidup jauh di area terdalam hutan hujan tropis. Keberadaannya semakin istimewa karena statusnya masuk kategori rentan menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) dan dilindungi oleh peraturan pemerintah.

Temuan ini berasal dari pemasangan kamera trap di wilayah Long Bawan dan Long Alango oleh petugas polisi kehutanan, Ashari Wicaksono. Hasil rekaman itu menunjukkan bahwa kawasan TNKM masih menyimpan keragaman satwa liar yang kuat.

Burung Kuau Raja tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaysia, namun populasinya terus terdesak akibat berkurangnya habitat. Ciri khas burung ini tampak dari bulunya yang coklat kemerahan dengan pola seperti mata-mata kecil dan kepala berwarna biru.

Burung jantan memiliki tubuh jauh lebih besar dari betinanya, bahkan panjang bulunya bisa mencapai dua meter saat mekar di musim kawin. Sementara betinanya berukuran lebih kecil dengan motif bulu yang tidak sebanyak burung jantan.

Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Seno Pramudito, mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa hutan TNKM masih menyimpan potensi alam yang belum sepenuhnya terungkap. Ia menyebut pendataan dan survei akan terus dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Taman Nasional Kayan Mentarang Kolaborasi dengan Masyarakat Adat

Burung Kuau Raja Hidup Dekat Budaya Masyarakat Adat

“Kami beserta tim dan stakeholder teknis terkait akan terus melakukan survei dan penelitian untuk menggali potensi-potensi SDA yang berada di dalam Kawasan TNKM, serta bersama-sama mengajak untuk melestarikannya,” ujar Seno, Senin (17/11/2025).

Seno menambahkan, Kuau Raja tidak hanya dilindungi dari sisi konservasi, tetapi juga erat dengan budaya masyarakat adat di sekitar TNKM. Menurutnya, gerak burung jantan yang gagah menjadi inspirasi dalam tradisi setempat.

“Prilaku bersih dan gagah dari burung kuau ini juga menjadi inspirasi bagi budaya masyarakat adat di kawasan penyangga TN Kayan Mentarang, sehingga burung kuau perlu dilestarikan bersama untuk menjadi ciri khas kawasan yang selaras dengan budaya masyarakat,” ucapnya.

Nama ilmiah Argusianus argus memiliki makna “Ratusan Mata” yang merujuk pada pola bulu yang terlihat jelas saat sang jantan menari untuk menarik perhatian pasangannya. Atraksi ini menjadi salah satu perilaku paling ikonik dari Kuau Raja.

Warga adat setempat menyebut burung ini sebagai “Burung Kuwai” karena suara panggilannya yang khas. Suara itu terdengar seperti memanggil namanya sendiri dan bisa terdengar dari jarak cukup jauh di tengah hutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....