Sejarah Pohon Ek di Pulau Visingo
- 23 Okt 2025 14:55 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Pada tahun 1830, Angkatan laut Swedia memiliki rencana militer jangka Panjang dengan menanam 300.000 ribu pohon Ek atau Oak di Pulau Visingo untuk keperluan pembuatan kapal di masa mendatang. Namun, pada tahun 1875, Ketika pohon-pohon tersebut sudah dewasa, pohon-pohon Ek tidak lagi dibutuhkan, karena kapal perang modern saat itu terbuat dari logam. Kapal perang kayu tinggal sejarah.
Steel telah mengambil alih. Armada perkasa yang dimaksudkan untuk mereka tidak pernah dibangun, namun hutan masih berdiri kokoh, kapsul waktu hidup dari masa depan militer Angkatan Laut Swedia yang hidup lebih lama dari tujuannya.
- Penanaman Pohon EK Oleh Angkatan Laut Swedia
Saat ini, kayu pohon Ek di pulau Visingo masih digunakan, misalnya untuk membangun replika kapal tua. Salah satu yang lebih terkenal adalah kapal layar Gotheborg dari Swedia, dimana kapal tersebut merupakan replika skala besar Abad ke-18 yang digunakan untuk perdagangan Cina.
Baca Juga: Fakta Menakjubkan dari Sungai Nil
Selain replika kapal, kayu pohon Ek juga digunakan untuk membuat furniture yang dapat ditemukan di Museum Nasional Riddarholmen, Stockholm di sebuah pulau kecil.
Penanaman pohon Ek di pulau Visingo, sebagai rencana militer menjadi hutan yang hidup lebih lama dari tujuan aslinya, dan masih meninggalkan jejak dalam sejarah, seni, dan budaya. (Sumber: Some Amazing Facts)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....