Kahlil Gibran, Pemuda Patah Hati yang Menuangkan Perasaannya Melalui Tulisan

  • 11 Agt 2026 06:12 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Cerita dimulai dari Beirut, awal 1900-an. Seorang pemuda delapan belas tahun sering datang ke rumah seorang saudagar tua, pura-pura menemui sang ayah, padahal ia datang untuk anak perempuannya. Namanya Selma.

Mereka tidak pernah bicara soal cinta, tapi keduanya tahu ada sesuatu yang sedang tumbuh diam-diam. Lalu seorang uskup berkuasa datang melamar Selma untuk keponakannya. Bukan karena cinta, tapi karena harta ayahnya.

Di kota itu, menolak berarti mempermalukan gereja sekaligus keluarga sendiri. Ayah Selma menangis saat mengiyakan. Selma tidak pernah ditanya apa yang sebenarnya ia inginkan.

Baca Juga: Seorang Apoteker Portugis Menulis Catatan Rahasia tentang Nusantara

Pemuda itu tetap hadir di pesta pernikahan. Ia berdiri di antara para tamu, menyalami mempelai, mengucapkan selamat dengan suara paling tenang yang bisa ia buat.

Malam itu ia pulang berjalan kaki, dan mencatat bahwa ada manusia yang dikubur hidup-hidup sambil tersenyum di depan orang banyak.

Bertahun-tahun kemudian luka itu ia tuangkan dalam Sayap-Sayap Patah. Bukan untuk membalas siapa pun. Tidak ada nama yang ia hancurkan, tidak ada dendam yang ia rawat.

Ia hanya menuliskan nasib perempuan yang tidak pernah diberi hak memilih jalan hidupnya sendiri. Dan ketika ia akhirnya menulis Sang Nabi, isinya justru bukan tentang memiliki.

Ia bicara soal mencintai tanpa menggenggam, soal dua orang yang berdiri berdekatan namun tetap menyisakan ruang, seperti tiang-tiang kuil yang berdiri terpisah tapi menopang atap yang sama.

Kahlil Gibran meninggal tanpa pernah menikah. Bukunya terus dicetak lebih dari seratus tahun, diterjemahkan ke puluhan bahasa, dan dijadikan pegangan hidup orang-orang yang belum lahir saat ia menulisnya.

Kadang yang paling menyembuhkan banyak orang lahir dari luka yang tidak pernah sembuh pada penulisnya. (Sumber: Filsufsejati)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....