Invasi Mongol Meninggalkan Jejak Mendalam di Jepang

  • 07 Jul 2026 06:28 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Bangsa Mongol melakukan serangan pertama mereka ke wilayah Jepang pada tahun 1274. Invasi itu bukan hanya upaya invasi pertama oleh Mongol. Tapi juga merupakan serangan pertama dalam skala sebesar ini oleh penjajah asing mana pun di tanah Jepang.

Kubilai Khan menjadi pemimpin tertinggi Kekaisaran Mongol pada tahun 1260. Mongolia adalah kekaisaran yang terkurung daratan. Jadi, meskipun Mongol melakukan banyak pertempuran yang sukses di Eropa dan Asia, mereka memiliki pengalaman angkatan laut yang terbatas. Selain itu, mereka lebih menyukai kuda untuk bertempur.

Invasi Mongol kedua ke Jepang seperti sekuel film blockbuster pada tahun 1275. Skalanya lebih besar, pemerannya lebih banyak, anggarannya lebih besar, dan sutradaranya sama Yakni Kubilai Khan.

Sulit untuk melebih-lebihkan betapa pentingnya kedua invasi tersebut bagi Jepang dan dampaknya terhadap kekaisaran.

Pertama, kita memiliki pengingat fisik dari invasi tersebut, termasuk benda-benda yang ditemukan dari laut, dan sisa-sisa tembok anti-Mongol. Di Kamakura, 1 tahun setelah invasi kedua, Engakuji dibangun untuk mendoakan jiwa para korban. Termasuk para penyerbu. Bangunan aslinya telah hancur oleh kebakaran. Tapi kompleks besar ini masih ada sebagai salah satu kuil utama sekte Zen Rinzai.

Setelah tahun 1636, Jepang terisolasi dari dunia luar selama periode Sakoku, dan gagasan asing, termasuk penyebutan invasi Mongol, dilarang dan Pada tahun 1854, setelah Jepang dibuka kembali pasca kedatangan “Kapal Hitam”, minat terhadap kisah invasi pun dihidupkan lagi.

Pemerintah Jepang kembali takut akan invasi asing dan ingin menunjukkan kepada penduduk bahwa mereka kuat, berani, dan dilindungi oleh para dewa. Yang penting, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, invasi dan kamikaze bahkan ditampilkan pada uang kertas satu yen asli Jepang pada 1873.

Namun, warisan yang paling abadi adalah kamikaze. Dan juga gagasan tentang Jepang sebagai kekaisaran yang dilindungi secara ilahi. Berkat itu, Jepang mampu mengusir penjajah asing tidak peduli berapa banyak atau seberapa putus asa peluangnya. (Sumber: Nationalgeographic)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....