Pentas Seni Sari Art Project, Ajang Ujian Kenaikan Tingkat dan Apresiasi Bakat Seni
- 08 Jun 2026 08:48 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Sanggar Tari Sari Art Project sukses menggelar Pentas Seni Vol. I Ujian Kenaikan Tingkat Kelas Pemula Tari Tradisional pada Sabtu (6/6/2026) di Taman Baca Adil, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Nunukan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peserta les tari untuk menampilkan hasil pembelajaran yang telah mereka jalani selama beberapa bulan terakhir sekaligus sebagai bagian dari ujian kenaikan tingkat kelas pemula tari tradisional. Acara tersebut dihadiri oleh H. Surai selaku Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Nunukan beserta Kepala Bidang Kebudayaan. Turut hadir pula penggiat kebudayaan lokal serta Tim Pengembang Seni dan Budaya Tidung di Kabupaten Nunukan.
Ketua Sanggar Tari Sari Art Project, Sarnaeni, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan les tari yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan mengajarkan gerakan tari, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya kepada generasi muda.
"Saya ingin memberikan sedikit ilmu saya tentang dasar gerak tari tradisional karena sebelumnya saya juga seorang penari dari tahun 2005 sampai 2021. Selama 16 tahun saya pernah menari. Saya bahkan mempelajari setiap gerakan sampai ke Malinau bersama asisten saya," ujarnya, pada Senin (8/6/2026)
Menurut Sarnaeni, pengalaman yang dimilikinya selama bertahun-tahun di dunia tari menjadi motivasi untuk terus berbagi pengetahuan kepada anak-anak dan generasi muda di Kabupaten Nunukan agar seni tradisional tetap lestari.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Nunukan, H. Surai, S.Sos., M.A.P., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pentas seni menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
"Malam ini adalah hiburan bagi anak-anak kita. Setelah naik kelas atau tingkat nanti, sampaikan kepada Disbudporapar. Kita harus punya seni di dalam diri," katanya.
Menurutnya, seni dan budaya merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda serta perlu terus mendapat ruang untuk berkembang di tengah kemajuan zaman.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan orang tua peserta les tari, Rubo Reggae. Ia menekankan pentingnya pendidikan seni bagi anak-anak di luar pendidikan formal yang diperoleh di sekolah.
"Di luar pendidikan formal di sekolah, seni adalah hal yang harus kita ajarkan kepada anak karena seni itu mahal. Kita bisa angkat kepala kalau di bidang seni," ujarnya.
Rubo juga mengapresiasi upaya Sanggar Tari Sari Art Project yang telah memberikan ruang belajar dan berekspresi bagi anak-anak melalui kegiatan seni tari tradisional.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dan mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan serta masyarakat yang hadir. Acara diawali dengan penampilan musik reggae dari Brother Jah Rasta, dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan doa, dan sambutan-sambutan.
Para peserta kemudian menampilkan berbagai pertunjukan tari, di antaranya Tari Hikayat Nusantara yang dibawakan oleh 33 peserta les tari Sanggar Tari Sari Art Project, Tari Datun Julud kategori PAUD, TK, dan SD yang diikuti 16 peserta, serta Tari Jepen Utun Belanai kategori SMP, SMA, dan Umum yang dibawakan oleh 12 peserta.
Sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah dijalani, seluruh peserta menerima sertifikat kenaikan tingkat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan persembahan lagu dari Sanggar Tari Sari Art Project yang diiringi tari bersama para penari, tamu undangan, dan masyarakat yang hadir.
Pentas Seni Vol. I ini menjadi bukti bahwa minat generasi muda Nunukan terhadap seni budaya masih terus tumbuh dan berkembang. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan lahir bibit-bibit seniman muda yang mampu menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya daerah di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....