Puasa Arafah: Sunnah Ringan dengan Ganjaran Luar Biasa

  • 22 Mei 2026 06:39 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan salah satu ibadah sunnah yang penuh keutamaan, yakni puasa Arafah. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum Iduladha. Meski hukumnya sunnah, puasa Arafah punya pahala dan keistimewaan yang begitu besar sehingga sayang jika dilewatkan begitu saja.

Puasa Arafah menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan waktu para jamaah haji sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah, sebuah rukun paling penting dalam ibadah haji. Sementara umat Muslim yang tidak sedang berhaji dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan menjalankan puasa sunnah ini sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Keutamaan terbesar dari puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

(HR. Muslim)

Hadis tersebut menjadi bukti betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hanya dengan menjalankan puasa sunnah satu hari, Allah memberikan ganjaran berupa pengampunan dosa selama dua tahun. Tentu kesempatan seperti ini menjadi amalan yang sangat dinanti oleh umat Muslim.

Tidak hanya soal pahala, puasa Arafah juga menjadi latihan untuk meningkatkan ketakwaan dan mengendalikan diri. Di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, puasa mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Selain berpuasa, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak doa pada hari Arafah. Rasulullah SAW menyebut bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah. Momentum ini sering dimanfaatkan banyak orang untuk memohon ampunan, keberkahan rezeki, kesehatan, hingga kemudahan dalam hidup.

Meski demikian, puasa Arafah tidak dianjurkan bagi orang yang sedang menunaikan ibadah haji di Padang Arafah. Rasulullah SAW sendiri tidak berpuasa saat wukuf karena menjaga kondisi fisik agar tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji.

Dengan berbagai keutamaan yang dimiliki, puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Selain mendatangkan pahala besar, puasa ini juga menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT menjelang Hari Raya Iduladha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....