Mandi Kembang Merupakan Tradisi Turun Temurun di Nusantara
- 13 Mei 2026 06:10 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ritual mandi kembang, khususnya "Mandi Kembang Tujuh Rupa", adalah tradisi turun-temurun di Nusantara, terutama Jawa, yang melibatkan penggunaan tujuh jenis bunga wangi seperti Melati, Mawar, Kenanga, Cempaka, Kamboja, Kantil, dan Pacar air dalam air mandi.
Dipercaya secara turun-temurun untuk membersihkan aura, membuang energi negatif, relaksasi, dan memohon kelancaran hajat tertentu, seperti menjelang pernikahan yang disebut Siraman.
Aroma wangi dari kembang tujuh rupa membantu meredakan stres, kecemasan, dan kelelahan setelah beraktivitas.
Aroma bunga memberikan efek meditatif, sementara zat dalam bunga dapat merawat kelembapan kulit. Dalam beberapa kepercayaan, dilakukan sebagai usaha untuk mendapatkan kemudahan dalam mencapai keinginan tertentu.
Baca Juga: UNESCO Akui Warisan Budaya Indonesia Bernilai Universal
Sering digunakan sebagai bagian dari upacara adat, seperti siraman pengantin, khitanan, atau untuk memohon keselamatan. Meskipun sering dianggap mistis, kini mandi kembang juga populer sebagai bentuk self-care atau perawatan diri, dan aromaterapi untuk meningkatkan kebugarana dan vitalitas tubuh.
Beberapa praktik adat, seperti mandi pasili atau mandi kembang setelah pernikahan, dianggap tidak bertentangan dengan hukum Islam asalkan diniatkan dengan keimanan yang benar. (Sumber: Universitas STEKOM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....