Penangkaran Burung Kicau Jaga Populasi dan Ekosistem

  • 21 Mei 2025 13:07 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Di balik semarak dunia burung kicau di Indonesia, nama CV Kicau Mania Nunukan cukup menonjol sebagai penangkar burung terbesar di Kalimantan Utara. Tidak hanya fokus pada burung lomba, penangkaran ini juga menjadi salah satu garda terdepan dalam melestarikan burung cucak rowo, salah satu spesies yang kini sulit ditemukan di alam liar.

Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, CV Kicau Mania telah menangkarkan berbagai jenis burung kicau populer seperti murai batu, kacer, dan cucak rowo. Menurut pemilik penangkaran Abdullah, burung cucak rowo dulunya banyak ditemukan di kawasan Sebuku hingga Gunung Patak di Kalimantan Utara. Namun, akibat aktivitas ilegal seperti pembalakan liar atau illegal logging, habitat burung ini rusak dan populasinya menghilang dari alam bebas.

"Sekarang di alam sudah sulit sekali ditemukan cucak rowo. Karena itu, kami tangkar dan lestarikan agar burung ini tidak benar-benar punah," ucap Abdullah, Rabu (21/5/2025)

Satu pasang anakan cucak rowo usia 1,5 bulan bisa mencapai harga hingga Rp9 juta, mencerminkan betapa langkanya burung ini. Meski tergolong mahal, penangkaran ini tetap memprioritaskan pelestarian dibanding sekadar keuntungan.

CV Kicau Mania telah memiliki legalitas resmi sejak tahun 2011. Berawal dari PO (Perseorangan), kini mereka berstatus CV dengan izin tangkar dan izin edar resmi dari pemerintah. Di Kalimantan Utara, mereka menjadi satu-satunya penangkar yang mengantongi izin lengkap untuk aktivitas penangkaran dan distribusi burung.

"Legalitas ini penting agar kami bisa berkontribusi dalam pelestarian burung tanpa melanggar aturan. Ini juga menjaga kepercayaan pembeli," jelasnya. (MM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....