OJK Bekali PMI Kaltara Kelola Keuangan, Cegah Jadi Korban Investasi Bodong
- 23 Jun 2026 14:47 WIB
- Nunukan
Video
RRI.CO.ID, Nunukan - Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi salah satu kelompok yang sering menjadi sasaran penipuan investasi saat kembali ke tanah air. Untuk mencegah hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menggelar pelatihan pengelolaan keuangan bagi PMI dan keluarganya di Nunukan.
Kegiatan bertema Training of Trainers Pekerja Migran Cerdas Kelola Keuangan untuk Masa Depan ini diikuti sekitar 200 peserta. Mereka terdiri dari PMI, purna PMI, serta keluarga pekerja migran di Kabupaten Nunukan.
Kepala OJK Kaltimtara, Misran Pasaribu mengatakan, para pekerja migran merupakan pahlawan devisa yang bekerja keras di luar negeri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga. Untuk itu, kemampuan mengelola keuangan sangat penting agar hasil kerja mereka tidak hilang sia-sia.
"Biar pada saat pulang nanti, mereka bisa mengelola keuangannya dengan baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya," kata Misran, Selasa (23/6/2026).
Menurut Misran, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara mengatur keuangan dan memilih produk investasi yang aman. Hal ini sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan investasi dengan iming-iming keuntungan besar.
Sementara itu, Kepala BP3MI Kalimantan Utara, Kombes Pol Andi Muhammad Ichsan mengatakan, sebagian peserta merupakan purna PMI yang masih memiliki tabungan hasil bekerja di luar negeri. Untuk itu, mereka perlu mendapat bekal agar dapat memanfaatkan dana tersebut secara tepat dan produktif.
"Melalui kegiatan ini kami berharap para PMI dan purna PMI memahami cara mengelola keuangan sehingga tidak mudah tertipu oleh oknum yang menjadikan mereka sebagai sasaran," ujarnya.
Andi menambahkan, anggapan bahwa PMI memiliki banyak uang sering membuat mereka menjadi target berbagai modus penipuan. Mulai dari investasi bodong hingga tawaran usaha dengan keuntungan tidak masuk akal sering menyasar para pekerja migran yang baru kembali dari luar negeri.
Untuk itu, melalui pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman tentang perencanaan keuangan, pengelolaan tabungan, hingga cara mengenali investasi legal. OJK berharap para PMI tidak hanya sukses saat bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu menjaga dan mengembangkan hasil jerih payah mereka setelah pulang ke Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....