Mengapa Air Laut Bisa Berputar dan Membentuk Pusaran?
- 18 Jul 2026 18:44 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Fenomena pusaran air di lautan—secara ilmiah dikenal sebagai whirlpool, eddy, atau maelstrom—adalah kondisi di mana massa air laut bergerak berputar membentuk corong atau sirkulasi melingkar. Berbeda dengan mitos dalam fiksi yang menggambarkan pusaran air dapat menelan kapal raksasa ke pusat bumi, fenomena di dunia nyata adalah hasil nyata dari mekanika fluida laut. Pusaran ini tercipta akibat adanya tabrakan antara dua atau lebih arus laut yang berlawanan arah, fluktuasi pasang surut air laut yang ekstrem, serta interaksi arus kuat dengan topografi tidak rata di dasar samudera seperti palung atau tebing bawah air.
Dalam skala global, jenis pusaran air terbesar di lautan disebut dengan Ocean Eddies (pusaran arus global). Eddies terbentuk akibat interaksi arus laut utama dengan rotasi bumi (Efek Coriolis) dan memiliki ukuran raksasa, dengan diameter berkisar antara 10 hingga 300 kilometer. Meskipun ukurannya luar biasa masif, pusaran ini tidak berbahaya bagi pelayaran karena berputar sangat lambat dan dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Bagi ekosistem, eddies berfungsi sebagai blender raksasa yang mengangkat nutrisi kaya dari dasar laut ke permukaan, sehingga menjadi zona subur bagi perkembangan plankton dan ikan.
Pada skala menengah yang lebih dekat dengan pesisir, terdapat jenis pusaran yang disebut Whirlpool konvensional. Pusaran air ini biasanya dipicu oleh perubahan pasang surut air laut yang cepat di dalam wilayah teluk atau selat yang sempit. Ukuran diameter dari whirlpool ini umumnya berkisar antara 1 hingga 10 meter. Jenis pusaran ini biasanya muncul dan hilang dalam hitungan jam mengikuti siklus harian pasang surut, dan meskipun tergolong kecil, arusnya cukup kuat untuk mengganggu kestabilan perenang atau perahu dayung kecil yang melintas terlalu dekat.
Ketika whirlpool lokal terbentuk di wilayah geografis yang sangat ekstrem, ia dapat berkembang menjadi Maelstrom, yaitu pusaran air dengan daya rusak tinggi. Maelstrom lahir di selat-selat sempit berbatu dengan arus pasang surut yang sangat deras, dan mampu mencapai diameter ukuran sebesar 5 hingga 15 meter dengan kedalaman corong pusaran yang kasat mata. Salah satu contoh paling nyata di dunia adalah Saltstraumen di Norwegia, di mana air berputar dengan kecepatan mencapai 40 kilometer per jam. Kekuatan hisap dari ukuran dimensi ini sangat berbahaya karena mampu membalikkan kapal nelayan kecil dan mengacaukan navigasi kapal-kapal motor modern.
Pada akhirnya, variasi ukuran dan kekuatan fenomena pusaran air ini sepenuhnya didikte oleh volume air yang bergerak serta penyempitan jalur hidrolik di sekitarnya. Mulai dari puluhan meter hingga ratusan kilometer, keberadaan pusaran air membuktikan betapa dinamisnya pergerakan energi di dalam samudera. Memahami batasan ukuran dan karakteristik dari setiap jenis pusaran ini sangat penting, tidak hanya untuk keselamatan navigasi pelayaran dunia, tetapi juga untuk memetakan distribusi nutrisi dan kesehatan ekologi laut secara global.(britannica.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....