Salah Kaprah tentang Bentuk Asli Palung Mariana

  • 06 Jul 2026 08:50 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Mitos mengenai laut dalam sering kali melahirkan imajinasi yang keliru, salah satunya mengenai bentuk Palung Mariana. Banyak orang membayangkan bagian terdalam di Bumi ini sebagai sebuah lubang vertikal raksasa yang bulat dan tembus lurus ke bawah, layaknya sumur tanpa dasar di tengah samudra. Penggambaran dalam budaya populer dan fiksi ilmiah kerap memperkuat asumsi ini, seolah-olah Palung Mariana adalah sebuah corong misterius yang siap menyedot apa saja ke dalam inti Bumi. Namun, visualisasi tersebut sangat jauh dari fakta geologis yang sebenarnya, karena struktur aslinya sama sekali tidak memiliki karakteristik sebuah lubang silinder.

Secara morfologi makro, Palung Mariana sama sekali tidak berbentuk lubang atau sumur bulat, melainkan sebuah lembah raksasa berbentuk huruf "V" asimetris yang sangat panjang, melengkung, dan sempit. Jika seluruh air di Samudra Pasifik dikuras habis, penampakan palung ini akan terlihat seperti robekan atau parit melengkung yang sangat masif di kerak Bumi. Bentuknya menyerupai busur atau bulan sabit yang membentang luas di sepanjang dasar samudra, bukan sebuah titik lubang tunggal yang terisolasi. Lereng penunjamannya pun tidak jatuh tegak lurus 90 derajat, melainkan membentuk sudut kemiringan lereng yang bervariasi antara 5 hingga 10 derajat pada bagian atas, dan menjadi semakin curam di bagian terdalamnya.

Parit raksasa ini memiliki dimensi geografis yang luar biasa luas namun memiliki rasio lebar yang relatif sempit. Palung Mariana membentang sepanjang kurang lebih 2.550 kilometer di barat Samudra Pasifik, sebuah jarak yang sangat masif di dasar laut. Kendati sangat panjang, lebar rata-rata dari lantai atas palung ini hanya berkisar 69 kilometer. Sisi-sisi paritnya membentuk dinding lereng curam yang terus menyempit ke bawah hingga bertemu di satu area dasar yang sangat terbatas. Di titik paling bawahnya, yaitu Challenger Deep, dasarnya tidak berbentuk kerucut tajam, melainkan sebuah lembah datar kecil berbentuk palung memanjang (trough) dengan lebar hanya beberapa kilometer.

Terbentuknya struktur berbentuk lembah melengkung ini didorong oleh aktivitas tektonik yang disebut proses subduksi, bukan karena tanah bawah laut yang amblas membentuk lubang. Di wilayah tersebut, Lempeng Pasifik yang kuno, padat, dan berat menabrak Lempeng Mariana yang lebih ringkas. Akibat tabrakan lambat selama jutaan tahun ini, Lempeng Pasifik menekuk, tertekuk ke bawah, dan menunjam masuk ke dalam mantel Bumi. Proses tekukan dan gesekan berskala masif akibat pertemuan dua lempeng tektonik inilah yang secara mekanis menciptakan struktur parit memanjang (oceanic trench) yang sangat dalam, membentuk profil topografi yang khas berupa bentangan depresi linear.

Memahami bentuk asli Palung Mariana sebagai sebuah lembah tektonik—bukan lubang vertikal—sangat penting untuk meluruskan miskonsepsi yang berkembang di masyarakat. Struktur berbentuk "V" ini menjadi bukti nyata bagaimana dinamisnya pergerakan lempeng tektonik yang terus membentuk wajah planet kita. Dengan mengoreksi salah kaprah ini, kita dapat lebih mengagumi keajaiban geologi laut dalam secara akurat. Palung Mariana bukanlah sebuah lubang misterius yang kosong, melainkan sebuah bentang alam pegunungan terbalik yang megah, dengan struktur retakan geologis terpanjang dan terekstrim yang ada di kerak Bumi. (divingmuseum.org)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....