Potensi dan Keanekaragaman Jenis Rumput Laut di Kalimantan Utara
- 29 Jun 2026 17:42 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu wilayah pesisir di Indonesia yang memiliki potensi maritim luar biasa, khususnya dalam sektor budidaya rumput laut. Dua wilayah yang menjadi sentra produksi terbesar di provinsi ini adalah Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan. Keberadaan rumput laut di perairan Kaltara tidak hanya menjadi penggerak roda ekonomi ribuan rumah tangga nelayan, melainkan juga mencerminkan kekayaan ekosistem makroalga yang tumbuh subur berkat kondisi perairan yang masih terjaga dan mendukung.
Jenis rumput laut yang paling mendominasi dan menjadi primadona komoditas ekspor di Kalimantan Utara adalah Kappaphycus alvarezii, yang di kalangan masyarakat lokal lebih dikenal sebagai Eucheuma cottonii. Rumput laut jenis alga merah (Rhodophyta) ini dibudidayakan secara masif hampir di seluruh kawasan pesisir Kaltara karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi sebagai penghasil karaginan. Para petani rumput laut setempat umumnya membagi jenis ini ke dalam beberapa varietas atau strain lokal berdasarkan warnanya, seperti varietas hijau dan cokelat, yang masing-masing memiliki adaptasi berbeda terhadap arus dan suhu air.
Selain Kappaphycus alvarezii yang merajai sektor budidaya laut, terdapat jenis rumput laut lain yang mulai dilirik dan dikembangkan di kawasan estuari atau tambak air payau Kaltara, yaitu Gracilaria sp. Rumput laut jenis ini juga termasuk dalam kelompok alga merah, namun memiliki karakteristik habitat yang berbeda karena lebih toleran terhadap fluktuasi salinitas di area dekat muara sungai. Gracilaria sp. kerap dibudidayakan untuk diambil kandungan agar-agarnya, dan meskipun produksinya belum se-masif cottonii, jenis ini memegang potensi besar sebagai diversifikasi produk perikanan budidaya di masa depan.
Di samping komoditas yang aktif dibudidayakan, perairan Kalimantan Utara juga menyimpan kekayaan biodiversitas berupa jenis-jenis rumput laut alami atau liar yang tumbuh subur di zona intertidal dan terumbu karang. Berdasarkan berbagai studi eksplorasi makroalga di pesisir Kaltara, ditemukan kelompok alga hijau (Chlorophyta) seperti Caulerpa lentillifera atau yang populer disebut sebagai anggur laut (sea grapes), serta Boergenesia forbesii. Kehadiran spesies alami ini menandakan bahwa karakteristik kimia dan fisika air di pesisir Kalimantan Utara sangat mendukung pertumbuhan berbagai jenis tumbuhan laut.
Tidak ketinggalan, kelompok alga cokelat (Phaeophyta) juga turut memperkaya variasi jenis rumput laut alami di wilayah perairan Kalimantan Utara. Spesies seperti Padina minor yang berbentuk lembaran menyerupai kipas unik, serta beberapa jenis Sargassum sp. lokal, sering kali ditemukan menempel pada substrat berbatu atau hanyut di sekitar pantai. Secara keseluruhan, jenis rumput laut di Kalimantan Utara dapat dipetakan menjadi dua kekuatan utama: satu jenis dominan (Kappaphycus alvarezii) yang menjadi motor penggerak industri dan ekonomi, serta belasan spesies alami lainnya yang memperkaya keanekaragaman hayati bawaan dari ekosistem laut Kaltara. (sciencedirect.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....