Ikan Buntal Macan, Si Pembuat "Crop Circle" Dasar Laut
- 30 Apr 2026 16:52 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ikan buntal macan, atau secara ilmiah dikenal sebagai Torquigener albomaculosus, merupakan spesies unik yang mendiami perairan di sekitar Kepulauan Ryukyu, Jepang. Ikan ini sempat menjadi misteri selama hampir dua dekade setelah para penyelam menemukan pola geometris raksasa di dasar laut yang menyerupai "crop circle". Baru pada tahun 2013, para ilmuwan berhasil mengungkap bahwa pola rumit tersebut bukanlah hasil fenomena alam biasa, melainkan karya seni yang dikerjakan dengan sangat teliti oleh seekor ikan jantan yang ukurannya hanya sekitar 12 sentimeter.
Proses penciptaan karya seni ini dilakukan oleh ikan jantan dengan dedikasi yang luar biasa selama tujuh hingga sembilan hari tanpa henti. Dengan menggunakan siripnya untuk mengepakkan pasir, ikan ini berenang dari luar ke dalam secara berulang kali guna membentuk gundukan dan parit yang simetris secara radial. Diameter lingkaran ini bisa mencapai dua meter, yang artinya struktur tersebut berukuran belasan kali lebih besar dari tubuh si ikan itu sendiri, menunjukkan kemampuan arsitektur bawah laut yang sangat presisi.
Di balik keindahannya, desain lingkaran ini memiliki fungsi hidrodinamika yang sangat penting untuk kelangsungan hidup keturunannya. Struktur parit dan gundukan yang dibuat secara melingkar tersebut berfungsi untuk meredam arus laut di bagian pusat lingkaran. Hal ini menciptakan area tenang yang dilapisi pasir paling halus, sehingga ketika ikan betina meletakkan telur-telurnya di sana, telur tersebut tetap aman dan tidak tersapu oleh arus air yang kuat.
Selain aspek teknis, ikan jantan juga berperan sebagai "kurator" dengan menghias tepi-tepi gundukan pasir menggunakan pecahan cangkang kerang dan karang. Semakin rumit dan artistik pola yang dihasilkan, semakin besar peluang ikan jantan untuk menarik perhatian betina. Ikan betina akan memeriksa detail konstruksi tersebut sebelum memutuskan untuk membuahi telur di pusat lingkaran, menjadikan mahakarya ini sebagai instrumen utama dalam ritual perkawinan mereka.
Setelah tugas reproduksi selesai, ikan jantan akan tetap tinggal di area tersebut selama beberapa hari untuk menjaga telur hingga menetas. Uniknya, struktur yang megah ini bersifat sementara dan tidak akan digunakan kembali untuk siklus perkawinan berikutnya. Torquigener albomaculosus akan meninggalkan karyanya begitu saja dan memulai proses konstruksi dari nol di lokasi baru, menegaskan statusnya sebagai salah satu seniman paling produktif dan tekun di kedalaman samudra.(a-z-animals.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....