Blob Sculpin - sering dianggap sebagai salah satu hewan "terjelek" di dunia
- 31 Mar 2026 18:28 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Psychrolutes marcidus, yang lebih dikenal dengan nama Blob Sculpin (atau sering tertukar dengan kerabat dekatnya, Blobfish), adalah penghuni laut dalam yang mendiami zona batipelagik. Ikan ini biasanya ditemukan di kedalaman antara 600 hingga 1.200 meter di perairan lepas pantai Australia, Tasmania, dan Selandia Baru. Meskipun sering dianggap sebagai salah satu hewan "terjelek" di dunia saat diangkat ke permukaan, penampilan aslinya di bawah tekanan air yang sangat tinggi sebenarnya tampak seperti ikan normal pada umumnya.
Adaptasi fisik yang paling luar biasa dari Blob Sculpin adalah komposisi tubuhnya yang sebagian besar terdiri dari massa gelatin. Berbeda dengan ikan permukaan, mereka hampir tidak memiliki otot yang keras dan tidak memiliki gelembung renang (organ berisi gas untuk mengapung). Di kedalaman ribuan meter, gas dalam gelembung renang akan hancur oleh tekanan masif, sehingga ikan ini berevolusi memiliki daging dengan kepadatan yang sedikit lebih rendah daripada air. Hal ini memungkinkan mereka melayang di atas dasar laut tanpa harus mengeluarkan energi untuk berenang.
Strategi bertahan hidup Blob Sculpin sangat efisien dalam hal penggunaan energi di lingkungan yang miskin nutrisi. Mereka adalah predator pasif yang cenderung berdiam diri di dasar samudra, menunggu mangsa seperti krustasea, moluska, atau penyaring laut lainnya lewat di depan mulut mereka. Karena tidak memiliki otot yang kuat untuk mengejar mangsa secara aktif, mereka mengandalkan kemampuan untuk membuka mulut lebar-lebar dan menghisap apa pun yang bisa dimakan, sebuah metode yang sangat hemat energi di kegelapan abadi.
Salah satu aspek perilaku yang paling menarik dari spesies ini adalah cara mereka bereproduksi dan menjaga keturunannya. Tidak seperti banyak ikan laut dalam yang melepaskan telur begitu saja ke kolom air, Blob Sculpin betina diketahui bertelur dalam jumlah besar di sarang yang terletak di dasar laut. Yang lebih luar biasa, induk ikan ini sering terlihat tetap berada di dekat sarang untuk menjaga telur-telurnya dari predator dan memastikan telur tersebut bersih dari sedimen, sebuah bentuk pengasuhan induk yang jarang ditemukan di kedalaman sedalam itu.
Fenomena "wajah sedih" yang viral di internet sebenarnya adalah hasil dari kerusakan dekompresi yang tragis. Ketika Blob Sculpin ditarik dengan cepat ke permukaan oleh jaring nelayan, perubahan tekanan yang drastis menyebabkan jaringan gelatinnya mengembang dan strukturnya runtuh, menciptakan tampilan yang lembek dan bengkak. Di habitat aslinya, mereka adalah organisme yang sangat terspesialisasi dan tangguh, membuktikan bahwa bentuk tubuh yang aneh sekalipun merupakan mahakarya evolusi untuk menaklukkan tekanan ekstrem di dasar samudra.(a-z-animals.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....