Chrysomallon squamiferum - Siput yang mampu bertahan di ratusan derajat Celsius

  • 31 Mar 2026 16:52 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Siput vulkanik, atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Chrysomallon squamiferum, adalah salah satu keajaiban evolusi yang ditemukan di ekosistem lubang hidrotermal laut dalam. Siput ini pertama kali ditemukan di kedalaman sekitar 2.400 hingga 2.800 meter di bawah permukaan laut, tepatnya di area Samudra Hindia. Mereka hidup dalam kondisi yang sangat ekstrem, di mana air yang kaya mineral menyembur dari kerak bumi dengan suhu yang bisa mencapai ratusan derajat Celsius, menjadikannya salah satu organisme paling tangguh di planet ini.

Fitur yang paling membedakan siput ini dari moluska lainnya adalah cangkang dan kaki yang dilapisi oleh material logam. Bagian luar cangkangnya terdiri dari lapisan besi sulfida (greigite dan pyrite), yang memberikan tampilan metalik berwarna hitam atau keemasan yang mengilat. Struktur ini sebenarnya merupakan sistem pertahanan berlapis yang sangat kuat, berfungsi untuk melindungi tubuh lunak siput dari serangan predator serta tekanan air yang sangat masif di kedalaman ribuan meter.

Bagian kaki siput vulkanik juga tidak kalah unik karena ditutupi oleh ratusan sisik keras yang disebut sklerit. Sisik-sisik ini juga mengandung unsur besi dan berfungsi seperti baju zirah atau "armor" abad pertengahan. Para ilmuwan meyakini bahwa penggunaan logam dalam tubuh mereka bukan sekadar untuk perlindungan fisik, tetapi juga merupakan cara bagi siput ini untuk mendetoksifikasi sisa-sisa mineral belerang yang sangat tinggi di lingkungan sekitar mereka dengan mengubahnya menjadi lapisan padat pada tubuh.

Berbeda dengan hewan pada umumnya, siput vulkanik tidak memakan tumbuhan atau berburu mangsa secara aktif. Mereka mengandalkan hubungan simbiosis dengan bakteri endosimbion yang hidup di dalam kelenjar esofagusnya yang besar. Bakteri ini melakukan kemosintesis, yaitu proses mengubah energi kimia dari mineral yang keluar dari lubang hidrotermal menjadi nutrisi bagi inangnya. Karena ketergantungan ini, siput vulkanik memiliki sistem pernapasan dan sirkulasi darah yang sangat besar untuk menyuplai oksigen dan bahan kimia bagi bakteri di dalam tubuhnya.

Sayangnya, keberadaan siput luar biasa ini kini terancam oleh aktivitas manusia, terutama rencana penambangan laut dalam untuk mengambil mineral berharga di sekitar ventilasi hidrotermal. Karena habitatnya yang sangat spesifik dan hanya mencakup beberapa lokasi kecil di dasar samudra, Chrysomallon squamiferum menjadi spesies laut dalam pertama yang secara resmi masuk ke dalam daftar merah IUCN sebagai spesies yang terancam punah (Endangered). Perlindungan terhadap habitat mereka menjadi sangat krusial untuk menjaga kelestarian makhluk yang tampak seperti berasal dari dunia fiksi ilmiah ini.(ocean.si.edu)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....