Bangunkan Sahur Pengeras Suara Amal Atau Dosa
- 05 Mar 2026 03:51 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Membangunkan sahur dengan pengeras suara telah menjadi tradisi yang kerap ditemui setiap bulan Ramadhan. Di satu sisi, kegiatan ini dianggap sebagai bentuk kepedulian sosial agar warga tidak melewatkan waktu sahur. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan apakah hal tersebut tetap bernilai amal jika justru menimbulkan gangguan bagi sebagian orang.
Menanggapi hal tersebut, Ustad Muhamad Apriadi menjelaskan bahwa niat membangunkan sahur pada dasarnya adalah perbuatan baik. Ia menilai, membantu orang lain agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan sempurna termasuk bentuk tolong-menolong dalam kebaikan.
“Kalau niatnya untuk membantu umat Islam agar tidak terlewat sahur, tentu itu bisa menjadi amal kebaikan. Tetapi Islam juga mengajarkan agar tidak menyakiti atau mengganggu orang lain,” ujar Ustad Muhamad Apriadi Dalam Acara Tauladan Pro2 RRI Nunukan( 4/3/2026).
Menurutnya, penggunaan pengeras suara harus mempertimbangkan kondisi lingkungan. Jika volume terlalu keras, waktunya terlalu lama, atau dilakukan dengan cara yang berlebihan hingga mengganggu orang sakit, lansia, atau bayi, maka nilai kebaikannya bisa berkurang bahkan berpotensi menjadi dosa karena menimbulkan mudarat.
Ustad Apriadi menegaskan bahwa kunci utamanya adalah bijak dan beradab. “Silakan bangunkan sahur, itu tradisi yang baik. Tapi atur volumenya, atur waktunya, dan pastikan tidak berlebihan. Jangan sampai ingin dapat pahala, tapi justru mendapat dosa karena mengganggu ketenangan tetangga,” tutupnya