Spirobranchus giganteus - Cacing dengan Organ Pernafasan Seperti Pohon Cemara

  • 26 Feb 2026 08:23 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Cacing pohon natal, yang secara ilmiah dikenal sebagai Spirobranchus giganteus, adalah spesies cacing tabung polychaete yang menghuni terumbu karang tropis di seluruh dunia. Nama populernya diambil dari bentuk organ pernapasannya yang menyerupai dua pohon cemara kecil yang bersusun melingkar. Meskipun bagian yang terlihat sangat indah dan berwarna-warni, cacing ini sebenarnya memiliki tubuh panjang yang tersembunyi di dalam tabung kalsium karbonat yang mereka bangun sendiri dengan melubangi struktur karang hidup.

Struktur berbentuk pohon cemara yang mencolok tersebut sebenarnya adalah organ yang disebut radiola. Radiola ini berfungsi ganda sebagai alat pernapasan (insang) dan alat penyaring makanan (filter feeder). Bulu-bulu halus yang disebut silia pada setiap cabang radiola menciptakan arus air yang menarik plankton dan partikel organik kecil ke arah mulut cacing yang terletak di dasar struktur spiral tersebut. Warna-warnanya yang sangat beragam—mulai dari biru, merah, kuning, hingga putih—tidak memiliki fungsi kamuflase, melainkan hasil dari pigmen alami yang unik pada setiap individu.

Salah satu fitur anatomi yang sangat spesifik dari Spirobranchus giganteus adalah operkulum, yaitu sebuah penutup keras yang berfungsi seperti pintu pelindung. Cacing ini sangat sensitif terhadap perubahan cahaya dan gerakan di sekitarnya. Jika mereka mendeteksi bayangan atau predator yang mendekat, mereka akan menarik seluruh struktur mahkotanya ke dalam tabung dalam waktu kurang dari satu detik. Operkulum kemudian akan menutup lubang tabung dengan rapat, sering kali dilengkapi dengan duri-duri kecil untuk menghalangi penyusup yang mencoba masuk.

Hubungan antara cacing pohon natal dan karang adalah bentuk simbiosis yang unik. Cacing ini biasanya memilih karang batu besar (stony corals) seperti genus Porites sebagai tempat tinggal. Saat cacing menetap sebagai larva, mereka menempel pada karang dan mulai membangun tabung kalsitnya, sementara karang tumbuh di sekeliling tabung tersebut. Keberadaan cacing ini sebenarnya memberikan keuntungan bagi karang, karena gerakan radiola mereka membantu sirkulasi air di permukaan karang dan dapat menghalau predator kecil karang seperti bintang laut mahkota duri.

Meskipun ukurannya relatif kecil, rata-rata hanya sekitar 3 hingga 4 sentimeter, cacing pohon natal memiliki umur yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 40 tahun di lingkungan yang stabil. Mereka menghabiskan seluruh masa dewasa mereka di dalam tabung yang sama tanpa pernah meninggalkannya. Kelestarian spesies ini sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang; pemutihan karang dan pengasaman samudra menjadi ancaman serius karena dapat melemahkan struktur kalsium yang mereka butuhkan untuk membangun rumah pelindung mereka.(scuba.com)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....