Ribbon Eel Dengan Gerakan Menyerupai Pita yang Tertiup Angin
- 26 Feb 2026 08:09 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Belut pita, atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Rhinomuraena quaesita, adalah salah satu spesies belut moral yang paling mencolok dan unik di ekosistem terumbu karang. Memiliki tubuh yang sangat tipis dan panjang yang dapat mencapai satu meter, belut ini dikenal karena gerakan renangnya yang elegan menyerupai pita yang ditiup angin. Mereka biasanya menghuni celah-celah karang atau lubang di pasir di kedalaman perairan tropis Indo-Pasifik, di mana hanya bagian kepala dengan lubang hidung berbentuk kipas yang unik yang menonjol keluar untuk memantau sekitar.
Salah satu fenomena paling menakjubkan dari belut pita adalah sifat mereka sebagai hermafrodit protandrus, di mana individu mengalami perubahan jenis kelamin dan warna secara drastis sepanjang hidupnya. Fase awal dimulai sebagai belut jantan muda berwarna hitam pekat dengan sirip punggung kuning. Seiring bertambahnya usia dan ukuran, tubuh mereka berubah menjadi biru elektrik yang cerah dengan moncong kuning (fase jantan dewasa). Pada tahap akhir hidupnya, saat tubuh mencapai panjang maksimal, mereka akan berubah menjadi betina dewasa dengan warna kuning keemasan sepenuhnya untuk bertelur.
Struktur sensorik belut pita juga sangat khusus, terutama pada bagian hidungnya yang memiliki alat tambahan berbentuk daun atau kipas yang lebar. Organ ini bukan hanya hiasan, melainkan sensor kimia yang sangat sensitif untuk mendeteksi bau mangsa atau predator di dalam air yang mengalir. Karena penglihatan mereka relatif terbatas, lubang hidung yang besar ini membantu mereka memetakan lingkungan sekitarnya, memungkinkan mereka untuk menyambar ikan kecil atau udang yang lewat dengan kecepatan tinggi meskipun tubuh mereka tetap tersembunyi di dalam lubang.
Meskipun terlihat indah dan menawan bagi para penyelam, belut pita memiliki rahang yang sangat kuat dan gigi-gigi kecil yang tajam. Saat mereka membuka mulut lebar-lebar, sering kali ini disalahpahami sebagai perilaku agresif atau mengancam, padahal sebenarnya itu adalah cara mereka bernapas dengan memompa air melalui insang mereka. Di habitat aslinya, belut ini cenderung bersifat pemalu dan akan segera menarik diri masuk ke dalam lubang persembunyiannya jika merasa terganggu oleh kehadiran manusia atau gangguan fisik lainnya.
Keberadaan belut pita menjadi daya tarik utama bagi pariwisata bawah laut, namun mereka sangat sulit untuk dipelihara di akuarium karena pola makan yang sangat spesifik dan tingkat stres yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Di alam liar, kelestarian mereka sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang dan kejernihan air laut. Perlindungan terhadap ekosistem pesisir sangat penting agar siklus hidup yang luar biasa—dari hitam, biru, hingga kuning—dapat terus berlangsung di kedalaman samudra kita.(a-z-animals.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....