Sebagian Besar Ular Laut Memiliki Ekor Pipih Seperti Dayung

  • 25 Feb 2026 19:07 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Ular laut, atau yang secara ilmiah dikelompokkan dalam subfamili Hydrophiinae, merupakan kelompok reptil yang telah berevolusi secara luar biasa untuk menjalani seluruh atau sebagian besar hidup mereka di lingkungan samudra. Sebagian besar spesies ular laut memiliki ekor yang pipih menyerupai dayung, yang berfungsi sebagai alat pendayung efisien untuk berekspansi di perairan tropis yang hangat, terutama di Samudra Hindia dan Pasifik. Meskipun mereka adalah keturunan dari ular darat (seperti kobra), adaptasi fisik mereka membuat mereka menjadi perenang yang sangat lincah namun cenderung kaku saat berada di daratan.

Adaptasi fisiologis ular laut sangat mengagumkan, terutama dalam hal sistem pernapasan dan regulasi garam. Meskipun mereka memiliki paru-paru dan harus naik ke permukaan untuk menghirup udara, beberapa spesies dapat menyerap hingga 25% kebutuhan oksigen mereka melalui kulit saat berada di bawah air. Selain itu, mereka memiliki kelenjar garam khusus di bawah lidah yang berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan garam dari tubuh mereka, sehingga mereka tetap bisa menjaga keseimbangan cairan meskipun hidup di lingkungan air asin yang ekstrem.

Sebagian besar ular laut memiliki tingkat berbisa yang sangat tinggi, bahkan jauh lebih kuat daripada banyak ular berbisa di darat. Bisa ular laut mengandung neurotoksin yang sangat kuat, yang dirancang untuk melumpuhkan mangsa mereka (seperti ikan dan belut) secara instan agar tidak melarikan diri ke celah karang. Walaupun sangat mematikan, ular laut umumnya memiliki sifat yang tidak agresif dan cenderung menghindari manusia; sebagian besar insiden gigitan hanya terjadi jika ular tersebut merasa terpojok atau tersangkut di jaring nelayan.

Dilihat dari cara reproduksinya, ular laut terbagi menjadi dua kelompok utama: yang bertelur di darat dan yang melahirkan di dalam air. Spesies dalam genus Laticauda (ular krait laut) masih harus kembali ke daratan untuk bertelur, beristirahat, dan mencerna makanan. Sebaliknya, ular laut sejati menghabiskan seluruh siklus hidupnya di laut dan bersifat ovovivipar, di mana bayi ular berkembang di dalam telur yang menetas di dalam tubuh induknya, sehingga mereka langsung lahir sebagai individu yang siap berenang bebas tanpa pernah menyentuh daratan.

Peran ular laut dalam ekosistem perairan sangat krusial sebagai predator puncak yang mengontrol populasi ikan dan belut di terumbu karang. Keberadaan mereka menjadi indikator kesehatan lingkungan laut, karena mereka sangat sensitif terhadap perubahan suhu air dan pencemaran. Saat ini, perubahan iklim dan kerusakan terumbu karang menjadi tantangan besar bagi kelestarian ular laut, sehingga upaya perlindungan habitat laut dangkal sangat penting untuk menjaga keseimbangan rantai makanan yang melibatkan reptil unik ini.(a-z-animals.com)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....