Shellback Crab Bertahan Hidup Dengan Cangkang Kerang
- 25 Feb 2026 18:15 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Shellback crab, atau yang sering dikenal sebagai kepiting spons dari keluarga Dromiidae, memiliki perilaku unik yang sangat berbeda dari kepiting pada umumnya. Alih-alih hanya mengandalkan karapas kerasnya, kepiting ini memiliki kebiasaan membawa objek dari lingkungan sekitar, seperti cangkang kerang, spons laut, atau potongan karang, di punggung mereka. Perilaku ini bukan sekadar hobi, melainkan strategi bertahan hidup yang sangat krusial untuk melindungi tubuh mereka yang relatif lunak dari ancaman predator di ekosistem terumbu karang.
Untuk membawa cangkang kerang atau benda lainnya, shellback crab memiliki adaptasi anatomi yang sangat khusus pada pasangan kaki keempat dan kelimanya. Kaki-kaki bagian belakang ini berukuran lebih kecil, terletak lebih ke atas punggung, dan memiliki ujung yang melengkung seperti capit kecil untuk mencengkeram objek dengan kuat. Dengan kaki khusus ini, mereka dapat memegang cangkang kerang di atas tubuh mereka dalam waktu yang lama, bahkan saat mereka sedang bergerak atau mencari makan di dasar laut.
Penggunaan cangkang kerang oleh shellback crab berfungsi ganda, yaitu sebagai pelindung fisik dan sebagai alat kamuflase yang sangat efektif. Dengan membawa cangkang di punggungnya, profil tubuh kepiting menjadi tersamarkan dan terlihat seperti benda mati atau bagian dari dasar laut bagi predator seperti ikan besar dan gurita. Strategi penyamaran ini memungkinkan mereka untuk bersembunyi di tempat terbuka tanpa menarik perhatian yang tidak diinginkan, sekaligus memberikan perlindungan tambahan jika ada serangan fisik yang datang dari arah atas.
Berbeda dengan umang-umang atau kelomang yang memasukkan seluruh tubuhnya ke dalam lubang cangkang, shellback crab hanya menggunakan cangkang tersebut sebagai "payung" atau tameng di bagian punggungnya saja. Mereka dikenal sangat selektif dalam memilih objek yang akan dibawa; jika cangkang tersebut dirasa sudah terlalu kecil atau berat, mereka akan mencari objek baru yang lebih sesuai dengan ukuran tubuh mereka. Selain cangkang kerang, mereka sering kali memotong spons laut hidup dan membentuknya sedemikian rupa agar pas dengan lekukan punggung mereka, menciptakan kamuflase biologis yang sempurna.
Keberadaan shellback crab menunjukkan betapa luar biasanya keragaman adaptasi makhluk laut dalam menghadapi kerasnya persaingan di alam liar. Perilaku simbiosis fakultatif dengan objek di sekitarnya ini mencerminkan kecerdasan instingtif yang luar biasa dalam memanfaatkan sumber daya lingkungan. Melalui kombinasi anatomi kaki belakang yang unik dan insting kamuflase yang kuat, shellback crab berhasil menjadi salah satu penghuni terumbu karang yang paling menarik untuk diamati oleh para penyelam dan peneliti kelautan.(tbsaltwater.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....