Hiu Cicak Tidak Berenang Seperti Hiu Umumnya
- 23 Feb 2026 21:52 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Hiu cicak, atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Hemiscyllium ocellatum (untuk spesies yang paling umum dikenal), merupakan kelompok hiu berukuran kecil yang menghuni habitat spesifik di perairan dangkal serta terumbu karang kawasan Indo-Pasifik, terutama di Indonesia dan Australia. Berbeda dengan citra hiu pada umumnya yang berenang bebas di kolom air, hiu ini adalah penghuni dasar laut yang setia pada wilayah teritorialnya. Nama "hiu cicak" sendiri merujuk pada bentuk tubuhnya yang memanjang serta pola bintik-bintik eksotis pada kulitnya yang sangat menyerupai motif reptil darat.
Ciri khas paling menakjubkan dari hiu cicak adalah kemampuannya untuk "berjalan" di atas dasar laut menggunakan sirip dada dan sirip perutnya yang kuat. Gerakan ini terlihat sangat mirip dengan cara merayap seekor salamander, di mana mereka menggerakkan siripnya secara bergantian untuk berpindah tempat di sela-sela terumbu karang yang sempit. Adaptasi fisik ini memungkinkan mereka untuk menyusup ke celah-celah bebatuan yang tidak bisa dijangkau oleh predator laut besar lainnya guna mencari mangsa.
Selain kemampuan berjalannya, hiu cicak memiliki ketahanan biologis yang luar biasa terhadap kondisi lingkungan ekstrem, terutama rendahnya kadar oksigen atau hipoksia. Saat air laut surut, hiu ini sering kali terjebak di kolam-kolam kecil di antara terumbu karang yang terisolasi dari arus utama. Hebatnya, mereka mampu bertahan hidup selama beberapa jam dalam kondisi oksigen rendah dengan cara menurunkan aktivitas otak dan detak jantung secara drastis sebagai mekanisme perlindungan diri.
Sebagai predator nokturnal, hiu cicak mulai aktif bergerak pada malam hari dengan mengandalkan indra penciuman dan sensorik yang sangat tajam. Mangsa utama mereka terdiri dari krustasea kecil, moluska, dan ikan-ikan dasar laut yang bersembunyi di balik pasir. Karena posisi mulutnya yang berada di bagian bawah kepala, mereka sangat efisien dalam "mengendus" dan menyedot mangsa yang tersembunyi di dalam sedimen tanpa harus melakukan pengejaran yang melelahkan.
Keberadaan hiu cicak menjadi indikator penting bagi kesehatan ekosistem terumbu karang, meskipun saat ini beberapa spesiesnya mulai menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat. Karena mereka memiliki daya jelajah yang sangat terbatas dan cenderung menetap di satu area sepanjang hidupnya, pencemaran laut dan pengrusakan karang sangat berdampak langsung pada populasi mereka. Perlindungan terhadap hiu unik ini sangat krusial agar keanekaragaman hayati bawah laut Indonesia tetap terjaga keunikannya.(a-z-animals.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....