Buka Puasa di Story, Pamer atau Konten?

  • 21 Feb 2026 17:11 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Fenomena membagikan momen buka puasa di media sosial kembali menjadi perbincangan hangat di bulan Ramadan. Banyak warganet mengunggah foto hidangan, suasana masjid, hingga kebersamaan keluarga saat berbuka. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan, apakah itu bentuk pamer atau sekadar konten biasa?.

Dalam dialog keagamaan, Ustadz Ahmad P, S.Ag. menegaskan bahwa persoalan tersebut sangat bergantung pada niat masing-masing individu. Menurutnya, media sosial hanyalah sarana, sedangkan nilai ibadah terletak pada tujuan hati saat membagikan sesuatu.

“Kalau niatnya berbagi inspirasi, berbagi resep, atau sekadar dokumentasi momen kebersamaan, itu sah-sah saja. Tapi kalau ada dorongan ingin dipuji atau dianggap lebih dari orang lain, di situlah potensi riya bisa muncul,” ujar Ustadz Ahmad P, S.Ag.saat menjadi narasumber di Pro2 RRI Nunukan.( 21/2/2026).

Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak mudah menghakimi orang lain hanya dari unggahannya. “Kita tidak bisa memastikan isi hati seseorang hanya dari satu postingan. Tugas kita adalah menjaga diri sendiri agar tetap ikhlas,” tambahnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Karena itu, umat perlu bijak memanfaatkannya sebagai sarana dakwah dan menyebarkan kebaikan, bukan ajang perlombaan gaya hidup.

Perdebatan soal buka puasa di story ini pun menjadi pengingat bahwa di era digital, keikhlasan tetap menjadi kunci utama. Seperti disampaikan Ustadz Ahmad , yang terpenting bukan pada tampil atau tidaknya sebuah momen, tetapi bagaimana hati tetap terjaga dalam setiap ibadah yang dijalankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....