Proses Pergantian Gigi Ikan Pari Mirip Dengan Hiu
- 31 Jan 2026 12:43 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ikan pari memiliki sistem pergantian gigi yang unik dan terus-menerus sepanjang hidupnya, mirip dengan kerabat dekat mereka, yaitu hiu. Fenomena ini dikenal sebagai sistem polifiodon, di mana gigi yang tanggal atau aus akan segera digantikan oleh barisan gigi baru yang tumbuh di belakangnya. Struktur ini memastikan bahwa ikan pari selalu memiliki alat penghancur yang tajam dan fungsional untuk mengolah mangsa mereka yang sering kali memiliki cangkang keras.
Gigi ikan pari tidak tertanam secara tunggal di dalam tulang rahang seperti pada manusia, melainkan tersusun dalam barisan rapat yang membentuk lempengan padat. Struktur ini sering disebut sebagai "pavement teeth" atau gigi trotoar karena bentuknya yang rata dan tersusun rapi untuk menggiling makanan. Di bawah lapisan gigi yang sedang digunakan, terdapat "ban berjalan" biologis berupa jaringan lunak yang terus-menerus mendorong barisan gigi baru ke depan untuk menggantikan barisan yang paling depan.
Kecepatan pergantian gigi ini sangat dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas berburu ikan pari. Karena mangsa utama mereka terdiri dari hewan bercangkang seperti kerang, kepiting, dan siput laut, gigi mereka mengalami tekanan mekanis yang sangat besar setiap kali makan. Kerusakan atau keausan pada lempengan gigi adalah hal yang lumrah, sehingga kecepatan regenerasi sel-sel gigi menjadi kunci utama agar mereka tidak mengalami kesulitan dalam menghancurkan cangkang mangsa yang keras.
Selain untuk makan, pada beberapa spesies ikan pari jantan, pergantian gigi juga berkaitan dengan siklus reproduksi. Selama musim kawin, bentuk gigi ikan pari jantan sering kali berubah menjadi lebih runcing dan tajam melalui proses pergantian yang cepat. Perubahan morfologi ini bertujuan agar jantan dapat mencengkeram sirip betina dengan lebih kuat saat melakukan proses perkawinan, sebuah adaptasi perilaku yang sangat bergantung pada efisiensi sistem pergantian gigi mereka.
Proses pergantian gigi yang tanpa henti ini merupakan bentuk adaptasi evolusioner yang luar biasa untuk bertahan hidup di dasar laut. Tanpa kemampuan untuk meregenerasi gigi secara cepat, ikan pari akan mengalami kelaparan saat alat penghancurnya mulai tumpul akibat gesekan dengan sedimen dan cangkang. Dengan sistem "ban berjalan" ini, ikan pari tetap menjadi predator demersal yang tangguh dan efisien dalam memanfaatkan sumber daya makanan di habitatnya yang keras.(a-z-animal.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....