Kenapa Oilfish Dianggap Ikan Terlarang?
- 30 Jan 2026 19:10 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Oilfish (Ruvettus pretiosus) merupakan spesies ikan laut dalam yang secara teknis dapat dikonsumsi, namun memerlukan kewaspadaan tinggi karena karakteristik biologisnya yang unik. Ikan ini sering kali dianggap sebagai "ikan terlarang" di beberapa negara karena kandungan minyaknya. Ikan ini memiliki tekstur daging yang sangat lembut, gurih, dan berwarna putih bersih, sehingga sering kali dianggap lezat oleh sebagian orang. Namun, daya tarik kuliner ini menyimpan risiko kesehatan bagi sistem pencernaan manusia karena kandungan lemaknya yang tidak biasa.
Alasan utama mengapa konsumsi ikan ini sering menjadi perdebatan adalah kandungan ester lilin (wax esters) yang mencapai sekitar 20% dari berat tubuhnya. Berbeda dengan lemak ikan pada umumnya, ester lilin ini tidak dapat dicerna atau diserap oleh sistem pencernaan manusia karena kita kekurangan enzim yang diperlukan untuk mengurainya. Akibatnya, minyak tersebut tetap utuh saat melewati usus dan bertindak layaknya bahan pelumas di dalam saluran pencernaan.
Jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, ester lilin tersebut akan menyebabkan kondisi medis yang dikenal sebagai keriorrhoea. Gejala yang paling umum adalah keluarnya minyak berwarna oranye atau kekuningan dari dubur secara tidak sadar, yang sering kali disertai dengan kram perut, mual, dan diare berminyak. Meskipun kondisi ini biasanya tidak bersifat fatal dan akan mereda setelah minyak keluar sepenuhnya dari tubuh, efek sampingnya sangat mengganggu dan memalukan bagi penderitanya.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, terdapat teknik pengolahan khusus jika seseorang tetap ingin mengonsumsinya. Sangat disarankan untuk membuang kulit dan lapisan lemak tebal yang berada tepat di bawah kulit, karena di sanalah konsentrasi ester lilin paling tinggi berada. Selain itu, cara memasak yang paling aman adalah dengan memanggang ikan di atas rak kawat agar minyaknya dapat menetes keluar secara maksimal, serta membatasi porsi konsumsi tidak lebih dari 150 gram dalam satu waktu.
Di pasar internasional, status legalitas oilfish sangat bervariasi karena risiko kesehatan ini. Negara-negara seperti Jepang dan Italia telah melarang penjualan ikan ini untuk konsumsi manusia guna melindungi masyarakat dari efek pencahar yang ditimbulkannya. Mengingat ikan ini sering salah dilabeli sebagai "Gindara" atau "White Tuna", konsumen diharapkan lebih jeli dalam mengenali tekstur dan sumber ikan yang dibeli agar terhindar dari ketidaknyamanan pencernaan yang tidak diinginkan.(a-z-animals.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....